Pengkhianatan, Drama Heroik Garapan Mahasiswa PBSID STKIP BBG

16 Juli 2018 | BBG News

PDF version

BANDA ACEH, BBG NEWS—Cut Nyak Dhien, seorang wanita Aceh yang rela berkorban demi menuntaskan dendam kematian suaminya. Setelah suaminya gugur, ia menikah dengan Teuku Umar. Mereka berjuang bersama melawan penjajah Belanda. Namun, sayang, Teuku Umar, suami kedua Cut Nyak juga terenggut di tangan para  penjajah. Cut Nyak Dhien murka. Pejuang perempuan tersebut berniat balas dendam dan mengusir Kaphe Belanda dari tanah Aceh. Mereka berjuang secara sembunyi-sembunyi karena kehilangan pemimpin. Sayang, Pang Laot,  seorang anak buah Cut Nyak berkhianat. Ia memberitahu penjajah lokasi persembunyian pasukan pejuang dengan syarat Cut Nyak Dhien dan anak buahnya harus diperlakukan dengan baik. Pang Laot berniat baik. Ia ingin menolong Cut Nyak yang renta dan sakit-sakitan. Cut  Nyak Dhien dibawa oleh Belanda ke rumah sakit. Sorot matanya menunjukkan kekecewaan yang mendalam. Belanda ingkar janjinya. Mereka menyiksa dan mempekerjakan paksa warga Aceh.  Orang Aceh hidup menderita akibat pengkhianatan.

Itulah penggalan drama Pengkhianatan yang diperankan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah STKIP BBG angkatan 2017. Kegiatan berlangsung di halaman kampus setempat, Sabtu (14/7/2018). Penjiwaan dan karakter yang kuat yang diperankan pemain mengundang perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas di depan kampus.

Teuku Mahmud, M.Pd. Dosen pembimbing menyatakan bahwa pertunjukan tersebut merupakan bagian dari tugas praktik mata kuliah Bahasa Daerah Aceh yang diampunya. Beliau berharap melalui pertunjukan ini mahasiswa dapat memahami sejarah,  menghargai jasa pahlawan,  dan melestarikan nilai-nilai budaya kedaerahan.

“Apalagi dalam pementasan, juga ada dialog bahasa Aceh.  Nah, ini juga bagian dari pengembangan bahasa daerah sebagai bagian dari nilai-nilai budaya kedaerahan,”ujarnya.

Bangun Negeri, Bijakkan Bangsa