LPPM UBBG Adakan Monitoring dan Evaluasi Internal Program Pengabdian dan PISN Tahun 2026

2 September 2026 | BBG News

BANDA ACEH, BBG NEWS–Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBBG melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat dan Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Mahira UBBG, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor UBBG, Prof. Dr. Lili Kasmini, M.Si. Kehadiran Rektor sekaligus menjadi bentuk dukungan pimpinan universitas terhadap pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat dan inovasi seni yang dilaksanakan oleh para dosen UBBG.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr. Lili Kasmini, M.Si. dan Dr. Muhammad Iqbal, S.Pd., M.A. bertindak sebagai reviewer internal yang melakukan evaluasi terhadap perkembangan pelaksanaan program, capaian kegiatan, luaran, penggunaan anggaran, serta berbagai kendala yang dihadapi oleh tim pelaksana.

Monev internal ini dilaksanakan sebagai bagian dari tindak lanjut pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat dan PISN Tahun 2026. Kegiatan bertujuan memastikan program berjalan sesuai proposal, target, dan ketentuan yang telah ditetapkan sekaligus menjadi ruang evaluasi dan pemberian masukan untuk penyempurnaan program.

Sebanyak tujuh dosen penerima pendanaan mengikuti kegiatan monev, yang terdiri atas dua dosen penerima Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dan lima dosen penerima Program Inovasi Seni Nusantara (PISN).

Program yang dievaluasi memiliki tema yang beragam dan berkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat serta pelestarian budaya Aceh. Pada skema Pengabdian kepada Masyarakat, program mencakup pelatihan dan pendampingan kelompok guru MGMP Sabang dalam memanfaatkan potensi wisata sebagai laboratorium pengajaran inovatif serta penguatan ketahanan pangan pascabencana melalui produksi makanan kering berbasis pangan lokal Aceh.

Sementara itu, lima program PISN berfokus pada penguatan seni dan budaya Aceh melalui pendekatan inovasi dan digitalisasi. Program tersebut meliputi pengembangan Sanggar Seni Rapa’i Debus Lestari Budaya di Aceh Selatan, revitalisasi lagu daerah Aceh melalui paduan suara, inovasi syair Tari Meuseukat pascabencana, penguatan Sanggar Aceh Art Dance Community, serta transformasi pertunjukan seni Ratoh ke platform digital.

Dalam sesi evaluasi, masing-masing ketua pelaksana diberikan waktu lima menit untuk mempresentasikan proses dan kemajuan program, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama reviewer. Ketua pelaksana juga diwajibkan menghadirkan anggota dosen, minimal satu orang mitra, dan minimal satu orang mahasiswa.

Ketua LPPM UBBG, Dr. Muhammad Iqbal, S.Pd., M.A., menyampaikan bahwa monev internal merupakan bagian penting dari penguatan tata kelola program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan UBBG.

“Monev bukan hanya untuk melihat sejauh mana program telah dilaksanakan, tetapi juga memastikan setiap kegiatan memberikan dampak yang terukur, memiliki luaran yang jelas, serta dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan administratif,”ujarnya.

Melalui kegiatan ini, LPPM UBBG berkomitmen memastikan seluruh program yang memperoleh pendanaan dapat terlaksana secara akuntabel, terukur, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

UBBG terus mendorong penguatan budaya akademik melalui penelitian, pengabdian, inovasi, serta pelestarian seni dan budaya Aceh yang berdampak bagi masyarakat.

#ubbgbermutu
#ubbgmaju
#diktisaintekberdampak
#kampusberdampak
partner-1
partner-2
partner-3
partner-4
partner-5
partner-6
partner-7
partner-8
partner-9
partner-10
partner-11
partner-12
partner-13
partner-14
partner-15
Layanan Pengaduan lapor.bbg.ac.id
Skip to content