BANDA ACEH, BBG NEWS–Dosen Pendidikan Seni Pertunjukan Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) melaksanakan kegiatan Revitalisasi Lagu daerah Aceh Melalui Aransemen Musik Oleh Paduan Suara di Sanggar Bunga Bangsa Berbasis Digital Untuk Memperkuat Identitas Budaya Lokal. Kegiatan berlangsung di Sanggar Bunga Bangsa Kuta Alam Banda Aceh, Sabtu (12/9/2026). Peserta kegiatan adalah siswa di Banda Aceh yang juga anggota sanggar. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) yang didanai Kemdiktisaintek.
Ketua Pelaksana Kembang Ayu Agustya, S.Pd.,M.Pd menyatakan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk wadah untuk melatih, mengembangkan, dan mengingatkan kreativitas para generasi muda serta anggota sanggar. Kegiatannya dalam bentuk mengaransemen ulang lagu-lagu Daerah Aceh ke dalam bentuk paduan suara modern dengan memanfaatkan teknologi digital. Dengan demikian, lagu daerah tidak dianggap ketinggalan zaman dan menarik minat generasi muda lainnya untuk dipelajari lebih lanjut.
Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan melestarikan warisan musik tradisional Aceh agar tetap relevan di era modern, menyelamatkan lagu-lagu daerah Aceh yang terlupakan dengan menggunakan aransemen paduan suara yang segar dan menarik, memperkuat identitas budaya lokal di tengah gempuran budaya global, menjadikan sanggar sebagai pusat inovasi seni yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta endokumentasikan dan menyebarluaskan hasil aransemen lagu daerah ke dalam platform digital.
“Terima kasih saya ucapkan kepada DPPM Kemdiktisaintek (Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi) yang telah mendanai kegiatan ini “ujarnya.
Ketua LPPM UBBG Dr. Muhammad Iqbal, M.A., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal melalui kegiatan pengabdian dan inovasi berbasis seni. Menurutnya, revitalisasi lagu daerah tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan karya musik tradisional, tetapi juga bagaimana menghadirkan strategi baru agar budaya tersebut dapat dipahami, diapresiasi, dan dikembangkan oleh generasi muda.
“Kami berharap kolaborasi antara dosen, sanggar seni, dan generasi muda dapat melahirkan karya-karya inovatif yang tetap berakar pada budaya Aceh, tetapi mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Dengan demikian, hasil kegiatan tidak berhenti pada proses pelatihan, tetapi dapat menjadi produk seni yang terdokumentasi, dipublikasikan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pelestarian budaya Aceh,” ujarnya.
Rektor UBBG Prof. Dr. Hj. Lili Kasmini, S.Si., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari komitmen UBBG dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pelestarian budaya serta inovasi. Ia menilai bahwa kekayaan lagu daerah Aceh merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya melalui pendekatan yang kreatif dan sesuai dengan perkembangan zaman.
“Pemanfaatan teknologi digital dalam mengembangkan dan mempromosikan lagu daerah merupakan langkah penting agar kekayaan budaya Aceh semakin dikenal oleh generasi muda dan masyarakat luas. UBBG akan terus mendorong dosen dan mahasiswa untuk menghasilkan inovasi yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan kearifan lokal sehingga budaya Aceh tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
#ubbgmaju
#diktisaintekberdampak
#kampusberdampak



















