Lestarikan Seni Tradisi, Tim PISN UBBG & Sanggar Seueng Samlakoe Tampilkan Seni Ratoh di Taman Budaya

5 Juli 2026 | BBG News

BANDA ACEH, BBG NEWS–Grup junior atau remaja seni ratoh Sanggar Seueng Samlakoe tampil di Gedung Tertutup Taman Seni Dan Budaya, Banda Aceh, Selasa malam, (23/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan dalam Program Inovasi Seni Nusantara yang didanai DRTPM BIMA Kemdiktisaintek dengan judul “Transformasi Pertunjukan Seni Ratoh ke Platform Digital sebagai Strategi Menyelamatkan Seni Tradisi Aceh dari Kepunahan.”

Ketua Tim Pelaksana Dr. Zahraini, S.Pd., M.Pd, melaksanakan, dalam kegiatan tersbut, dirinya beranggotakan tim pengusul Mulyati, M.Kom. dan Dr. Sn. Mukhsin Putra Hafid, S.Sn., M.A, serta melibatkan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan: Muhammad Faiz Akbar dan Firdaus, dan Ilmu Komputer: Muhammad Alfarizi, Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh: Gea Sabina Putri, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar: Syarifah Alya Arsyifa, di lingkungan Universitas Bina Bangsa Getsempena.

”Program ini untuk mendukung pelestarian dan pengembangan Seni Ratoh sebagai salah satu warisan budaya Aceh yang memiliki nilai seni, pendidikan, dan identitas budaya yang tinggi. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan minat generasi muda, Seni Ratoh menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengancam keberlanjutannya. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah inovatif untuk menjaga eksistensi seni tradisi ini agar tetap dikenal dan diminati oleh masyarakat luas,” kata Zahraini.

Tim PISN melakukan transformasi pertunjukan Seni Ratoh ke dalam berbagai platform digital, termasuk dokumentasi digital, publikasi melalui media sosial dan website, pembuatan konten edukatif, serta pengembangan media promosi berbasis teknologi informasi.

”Upaya ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap Seni Ratoh, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan mencintai budaya daerahnya,” ujar Zahraini.

Beliau menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga melibatkan Sanggar Seni Seueng Samlakoe sebagai rekanan dalam membetuk sanggar Seni Junior Seueng Samlakoe, dan Majelis Seniman Aceh sebagai mitra dalam proses pelestarian budaya. Dengan kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu menciptakan model pelestarian seni tradisi yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

”Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi pelestarian Seni Ratoh serta menjadi inspirasi dalam menjaga keberlangsungan berbagai seni tradisi Nusantara di era digital. Terima kasih atas perhatian dan partisipasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Zahraini.

Rektor Universitas Bina Bangsa Getsempena UBBG Prof. Dr. HLili Kasmini, S.Si., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) UBBG.

Ini adalah kegiatan yang kami tunggu-tunggu karena sanagt bermanfaat bagi mahasiswa dan sosen kami di UBBG. Ada pembentukan karakter dan budaya. UBBG memiliki prodi khusus yang mengangkat marwah budaya Aceh, yakni Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh.

Prof Lili mengharapkan, supaya ada even lain yang pihaknya bisa bekerja sama dengan organisasi budaya lainnya di Aceh.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, bangsa Indonesia, khususnya bangsa Aceh, mengkangkat harkat martabatnya. Terima kasih kepada ibu Dr Zahraini, yang mengangkat kegiatan seni ini ke dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), seperti PISN. Semoga seni ini dapat ditampilkan di even lain samai ke tingkat internasional,” ungkapnya.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I Aceh Piet Rusdi, S.Sos., mengatakan, kampus UBBG adalah salah satu kampus yang memiliki kerja nyata dan langsung aksi dalam melihat fenomena, termasuk dalam melestarikan kebudayaan Aceh.

“Insyaallah, ke depan bisa kita berkolaborasi lebih lanjut antara Kementerian Kebudayaan dan Kemendiksaintek. Dalam hal ini, kalau di Aceh, antara Balai Pelestarian Kebudayaan dan UBBG,” kata Piet Rusdi.

#ubbgbermutu
#ubbgmaju
#diktisaintekberdampak
#kampusberdampak
partner-1
partner-2
partner-3
partner-4
partner-5
partner-6
partner-7
partner-8
partner-9
partner-10
partner-11
partner-12
partner-13
partner-14
partner-15
Layanan Pengaduan lapor.bbg.ac.id
Skip to content