Dosen UBBG & Sanggar Aceh Art Dance Community Dokumentasikan Karya Tari Tradisi Aceh

18 Agustus 2026 | BBG News

BANDA ACEH, BBG NEWS–Proses latihan tari tidak berhenti ketika sesi latihan selesai. Bagi Sanggar Aceh Art Dance Community, hasil latihan juga mulai didokumentasikan sebagai arsip yang dapat digunakan kembali untuk mendukung proses pembelajaran dan latihan pada tahap berikutnya. Upaya tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh dosen Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) bersama Sanggar Aceh Art Dance Community.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) yang didanai oleh Kemdiktisaintek 2026 melalui Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Dokumentasi karya tari ini dilakukan setelah rangkaian penguatan kapasitas pelatih dan latihan rutin yang menjadi bagian dari program. Perekaman dilakukan untuk menyimpan bentuk karya dan proses latihan yang telah dilakukan sehingga dapat menjadi bahan acuan bagi pelatih dan anggota sanggar dalam melanjutkan latihan.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penerapan dari penguatan kapasitas pelatih yang sebelumnya telah dilakukan melalui Workshop Penguatan Kapasitas Pelatih dan Pengembangan Model Latihan Inovatif. Materi dan hasil pendampingan kemudian diterapkan dalam latihan rutin bersama anggota sanggar.

Dalam proses tersebut, pelatih dan anggota sanggar melakukan latihan serta pengulangan materi tari yang telah dipelajari. Proses latihan kemudian didokumentasikan dalam bentuk video sebagai arsip digital. Dokumentasi tersebut diharapkan dapat membantu pelatih melihat kembali bentuk gerak, pola, dan susunan tari yang telah dilatih.

Ketua Pelaksana Program PISN, Riska Gebrina, S.Pd., M.Sn., mengatakan dokumentasi tidak hanya dimaksudkan sebagai bukti pelaksanaan kegiatan, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembelajaran yang dapat digunakan oleh mitra secara berkelanjutan.

“Dokumentasi ini kami arahkan sebagai arsip latihan. Jadi, bukan hanya untuk menunjukkan bahwa kegiatan sudah dilaksanakan, tetapi dapat digunakan kembali oleh pelatih dan anggota sanggar ketika melakukan latihan berikutnya,” ujarnya.

Menurutnya, penyimpanan karya dalam bentuk digital juga penting karena proses latihan tari sering kali membutuhkan pengulangan dan pengamatan terhadap materi yang telah dipelajari.

“Dengan adanya rekaman, pelatih dan anggota dapat melihat kembali hasil latihan pada tahap tertentu. Dokumentasi ini juga dapat menjadi bahan evaluasi dan acuan ketika proses latihan dikembangkan ke tahap berikutnya,” tambahnya.

Ketua Sanggar Aceh Art Dance Community, Laina Miska, S.E., mengatakan dokumentasi hasil latihan menjadi hal yang bermanfaat bagi sanggar karena dapat membantu pelatih dan anggota ketika mengulang kembali materi tari.

#ubbgbermutu
#ubbgmaju
#diktisaintekberdampak
#kampusberdampak
partner-1
partner-2
partner-3
partner-4
partner-5
partner-6
partner-7
partner-8
partner-9
partner-10
partner-11
partner-12
partner-13
partner-14
partner-15
Layanan Pengaduan lapor.bbg.ac.id
Skip to content