BANDA ACEH, BBG NEWS–Tim pelaksana Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) dari Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) sukses melaksanakan Pergelaran Live Recording Rapa’i Debus di Sanggar Seni Rapa’i Debus Lestari Budaya yang berlokasi di Dusun Batu Merah, Gampong Lhok Bengkuang Timur, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu luaran utama Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) yang didanai oleh DRTPM Direktorat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dalam upaya mendukung pelestarian seni tradisional melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi digital.
Program yang mengusung tema “Peningkatan Keberdayaan Sanggar Seni Rapa’i Debus Lestari Budaya melalui Produksi Karya, Perekaman Audio-Visual, dan Penguatan Konten Digital di Aceh Selatan” bertujuan meningkatkan kapasitas sanggar seni dalam mendokumentasikan, memproduksi, dan mempromosikan karya-karya seni tradisi secara profesional. Melalui program ini, sanggar memperoleh pendampingan dalam proses produksi karya, live recording, pengolahan audio-visual, dokumentasi digital, hingga penguatan konten digital sebagai media pelestarian dan promosi budaya.
Program ini diketuai oleh Asifa Askhan, S.Sn., M.Sn. dengan anggota dosen Ully Muzakir, M.T., Riska Gebrina, S.Pd., M.Sn., dan Rizka Marlisa Aini, M.Pd. Pelaksanaan program juga melibatkan mahasiswa Universitas Bina Bangsa Getsempena, yaitu Auliya Syahputra, M. Faiz Akbar, Fahkri Ata, dan Muhammad Isan Rajib. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan, tim juga didukung oleh tim produksi dokumentasi dan lapangan yang terdiri atas Risan Daulay dan Fitra Ramadani, yang bertanggung jawab dalam dokumentasi kegiatan, perekaman audio-visual, pengambilan gambar, serta kebutuhan teknis selama proses live recording berlangsung.
Ketua pelaksana program Asifa Askhan, S.Sn., M.Sn., menjelaskan bahwa kegiatan live recording merupakan implementasi pemanfaatan teknologi sebagai media pelestarian seni tradisi. Menurutnya, program ini tidak hanya menghasilkan dokumentasi pertunjukan yang berkualitas, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan kepada mitra mengenai proses produksi karya digital.
“Program ini tidak hanya berfokus pada menghasilkan dokumentasi pertunjukan, tetapi juga membangun kapasitas komunitas seni dalam memanfaatkan teknologi digital. Melalui kegiatan ini, mitra memperoleh pengalaman langsung mengenai proses perekaman audio-visual, penggunaan peralatan produksi, pengolahan hasil rekaman, hingga pengemasan karya seni dalam format digital yang dapat dipublikasikan secara lebih luas. Harapan kami, kemampuan ini dapat terus berkembang sehingga sanggar mampu memproduksi dan mempromosikan karya-karyanya secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Asifa.
Pergelaran live recording menampilkan repertoar Rapa’i Debus yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Aceh Selatan. Setiap pertunjukan memperlihatkan kekayaan musikal melalui tabuhan rapa’i yang dinamis, syair-syair bernuansa religius, serta nilai-nilai budaya yang mencerminkan semangat kebersamaan, disiplin, dan identitas masyarakat Aceh. Seluruh proses pertunjukan direkam menggunakan sistem live recording sehingga mampu mempertahankan keaslian ekspresi artistik para seniman sebagai bagian dari dokumentasi budaya yang autentik.
Kegiatan ini juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar. Sejak dimulainya proses live recording hingga pertunjukan berakhir, masyarakat Dusun Batu Merah, Gampong Lhok Bengkuang Timur, hadir menyaksikan secara langsung jalannya kegiatan. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa seni tradisional masih memiliki tempat yang kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh Selatan. Kehadiran mereka menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap upaya pelestarian budaya melalui pendekatan teknologi digital.
Rektor Universitas Bina Bangsa Getsempena, Prof. Dr. Lili Kasmini, S.Si., M.Si., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim pelaksana dalam merealisasikan Program Inovasi Seni Nusantara. Menurutnya, program ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pelestarian budaya lokal melalui kolaborasi antara akademisi, komunitas seni, mahasiswa, dan masyarakat.
“Universitas Bina Bangsa Getsempena terus berkomitmen mendukung dosen dalam menghasilkan program-program yang berdampak bagi masyarakat. Program Inovasi Seni Nusantara ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi teknologi dapat bersinergi dengan pelestarian budaya, sehingga warisan seni tradisional tetap lestari dan mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua LPPM Universitas Bina Bangsa Getsempena Dr. Muhammad Iqbal, S.Pd., M.A., menyatakan bahwa program ini tidak hanya menghasilkan luaran berupa dokumentasi karya, tetapi juga meningkatkan kapasitas mitra dalam pengelolaan produksi digital.
“Program ini memberikan dampak yang nyata karena tidak hanya menghasilkan dokumentasi audio-visual yang berkualitas, tetapi juga membekali mitra dengan kemampuan dalam produksi karya digital, pengarsipan, dan penguatan konten digital. Luaran seperti ini menjadi bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” jelasnya.
Pimpinan Sanggar Seni Rapa’i Debus Lestari Budaya Bapak Syarifuddin juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Bina Bangsa Getsempena atas kepercayaan dan pendampingan yang diberikan melalui Program Inovasi Seni Nusantara. Menurutnya, kegiatan ini menjadi pengalaman baru yang sangat berharga bagi komunitas seni dalam mengembangkan kemampuan produksi karya berbasis teknologi.
“Program ini memberikan dampak yang sangat besar bagi sanggar kami. Selama ini kami hanya fokus pada pertunjukan, namun melalui pendampingan dari tim Universitas Bina Bangsa Getsempena kami belajar bagaimana melakukan live recording, memanfaatkan teknologi audio-visual, mengelola dokumentasi digital, hingga menghasilkan konten yang dapat dipublikasikan kepada masyarakat luas. Pengetahuan ini menjadi bekal yang sangat penting untuk menjaga keberlangsungan kesenian tradisi di tengah perkembangan teknologi digital,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihak sanggar berharap kerja sama yang telah terjalin tidak berhenti pada program ini saja, tetapi dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan pengembangan seni dan budaya. Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi sebagai mitra strategis memberikan harapan baru bagi pelestarian seni tradisional, terutama dalam mempersiapkan generasi muda agar mampu melestarikan sekaligus mengembangkan budaya lokal dengan memanfaatkan teknologi secara kreatif dan berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan Program Inovasi Seni Nusantara ini, Universitas Bina Bangsa Getsempena kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian warisan budaya Indonesia melalui kolaborasi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi. Pergelaran live recording Rapa’i Debus diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi seni pertunjukan, tetapi juga menjadi fondasi bagi pengembangan arsip digital budaya Aceh serta media pembelajaran bagi generasi mendatang, sehingga nilai-nilai luhur budaya lokal tetap terjaga, berkembang, dan dikenal lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.
#ubbgmaju
#diktisaintekberdampak
#kampusberdampak



















