BANDA ACEH, BBG NEWS–Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) mengadakan Workshop Sistem Mutu Berkelanjutan untuk Mendukung Akreditasi Unggul APT dan APS yang berlangsung di Aula Mini kampus setempat pada 29–30 Juli 2026. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Wahyu Susihono, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., selaku Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, sebagai narasumber.
Workshop dibuka secara resmi oleh Rektor UBBG, Prof. Dr. Hj. Lili Kasmini, S.Si., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada narasumber yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dan pengalaman bersama sivitas akademika UBBG.
Menurut Rektor, kehadiran Prof. Wahyu diharapkan dapat memberikan wawasan baru, inspirasi, serta memperkuat komitmen seluruh sivitas akademika dalam meningkatkan mutu pendidikan dan tata kelola di Universitas Bina Bangsa Getsempena.
Selain itu, Rektor juga menyampaikan bahwa UBBG terus melakukan pengembangan kelembagaan. Salah satu langkah strategis yang telah dilakukan adalah pembentukan Laboratorium Terpadu sebagai lembaga baru yang diharapkan mampu mendukung kegiatan akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Saya berharap seluruh bapak dan ibu dosen agar fokus mengikuti kegiatan ini. Kesempatan yang sangat baik ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menggali ilmu dan pengalaman dari pakar yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas di bidang penjaminan mutu,” ujarnya.
Beliau optimistis Tim Penjaminan Mutu UBBG akan menjadi salah satu motor penggerak yang membawa universitas semakin maju dan dikenal luas melalui budaya mutu yang terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
Wakil Rektor III UBBG Fitriati, M.Pd., Ph.D., menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari upaya institusi dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia, khususnya para dosen dan tenaga kependidikan, agar memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai implementasi sistem penjaminan mutu yang efektif dan berkelanjutan.
“Akreditasi unggul bukan hanya menjadi target administratif, tetapi merupakan refleksi dari budaya mutu yang harus tumbuh dalam setiap aktivitas akademik dan tata kelola perguruan tinggi. Karena itu, melalui kegiatan ini kami berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan berbagai strategi yang diperoleh untuk mendukung peningkatan kualitas UBBG secara menyeluruh,” ujar Fitriati.
Sementara itu, Prof. Dr. Wahyu Susihono, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., menekankan bahwa sistem penjaminan mutu tidak dapat dipandang sebagai kegiatan yang hanya dilakukan menjelang proses akreditasi. Menurutnya, mutu harus menjadi budaya organisasi yang diterapkan secara konsisten dalam seluruh proses penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“Perguruan tinggi yang mampu mempertahankan mutu adalah perguruan tinggi yang menjadikan evaluasi, perbaikan, dan inovasi sebagai siklus yang terus berjalan. Akreditasi unggul akan menjadi konsekuensi logis apabila budaya mutu telah tertanam kuat dalam setiap unit kerja,” jelasnya.
Beliau juga mengapresiasi komitmen UBBG yang terus melakukan berbagai pembenahan kelembagaan, termasuk pengembangan laboratorium dan penguatan sistem penjaminan mutu internal. Menurutnya, langkah tersebut menjadi modal penting dalam membangun daya saing perguruan tinggi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan yang diberikan.
#ubbgmaju
#diktisaintekberdampak
#kampusberdampak



















