STKIP BBG Menjadi Perwakilan Aceh pada Seminar Nasional Pendidikan Serentak se-Indonesia

30 Maret 2016 | BBG News

PDF version

BANDA ACEH,  BBG NEWS—STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh merupakan satu-satunya kampus di Aceh yang ikut ambi bagian dalam Pelaksanaan Seminar Nasional Pendidikan Serentak  Se-Indonesia  dengan tema,”Akselerasi Inovasi Pendidikan dalam Membentuk Karakter Bangsa”. Kegiatan Seminar Nasional Pendidikan Perwakilan Aceh berlangsung di Aula Gedung  Baru STKIP BBG, Rabu (30/3). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis ke-51 Universitas Negeri Semarang.

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Walikota Banda Aceh Drs. H. Zainal Arifin, Perwakilan Universitas Negeri Semarang Prof. Dr. Soegiyanto, K.S, M.S., Prof. Dr. Rernat Wahyu Hardianto, M.Si., utusan Kopertis Wilayah XIII, para dosen PTS, para guru sekolah di Banda Aceh, dan kalangan mahasiswa.

Kegiatan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Quran oleh Maulana (Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris STKIP BBG) yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Tahap selanjutnya adalah sambutan dari ketua pelaksana, wakil walikota Banda Aceh, perwakilan Universitan Negeri Semarang, Ketua STKIP BBG (sekaligus pembukaan acara).

Sahabul Adri, M.Pd., ketua pelaksana seminar perwakilan Aceh sangat berterima kasih kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, khususnya Wakil Walikota Banda Aceh yang menghadiri seminar ini sampai akhir. Selanjutnya kepada panitia yang telah mempersiapkan kegiatan besar ini selama sebulan lalu. “Ketika kita memaknai hari ini adalah hari yang biasa saja, maka ketika keluar dari ruangan ini menjadi hari yang biasa saja, ketika kita memaknai hari ini adalah hari yang luar biasa, maka ketika kita keluar dari ruangan ini menjadi orang yang sangat luar biasa,”ujarnya.

Wakil Walikota Banda Aceh Drs. H. Zainal Arifin dalam sambutannya menyatakan bahwa pendidikan harus diutamakan karena pendidikan merupakan ujung tombak kemajuan bangsa. “Kita berharap kampus STKIP BBG bisa melahirkan calon guru berkualitas yang bisa mencerdaskan generasi bangsa,”ujarnya.

Utusan Universitas Negeri Semarang Prof. Dr. Rernat Wahyu Hardianto, M.Si. menyatakan bahwa seminar nasional pendidikan diikuti secara serentak di 19 provinsi Indonesia, salah satunya Aceh yang diwakili STKIP Bina Bangsa Getsempena . Beliau sangat berharap melaui kegiatan akan lahir ide atau gagasan baru untuk kemajuan dunia pendidikan Indonesia.

Ketua STKIP Bina Bangsa Lili Kasmini, M.Si. sangat mengapresiasi panitia kegiatan ini. Apalagi STKIP BBG dipilih sebagai salah satu kampus di Aceh untuk mengikuti kegiatan seminar nasional se-Indonesia. “Saya berharap kegiatan ini dapat memotivasi kalangan akademisi, khususnya mahasiswa untuk memberikan kontribusi positif untuk pendidikan bangsa,”ujarnya.

Kegiatan diselingi dengan penyerahan cendera mata oleh Ketua STKIP BBG Lili Kasmini, M.Si. kepada Walikota Banda Aceh Drs. H. Zainal Arifin dan Perwakilan Universitas Negeri Semarang Prof. Dr. Rernat Wahyu Hardianto.

Kegiatan inti dari seminar tersebut adalah orasi ilmiah yang disampaikan oleh mantan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung Universitas Negeri Semarang. Sementara itu, perwakilan kegiatan dari 19 provinsi se-Indonesia menyaksikan orasi ini melalui program live streaming. SBY dalam orasinya menyampaikan beberapa hal yang menjadi kunci sukses dalam pembangunan berkelanjutan yakni (1) pastikan pembangunan yang berkelanjutan menjadi mainstream seluruh kebijakan,  (2) terwadahi dalam RPJM, RKP, dan APBN, (3) menjadi prioritas bagi para ekonom, (4) pimpinan daerah harus berada di depan, (5) masyarakat harus bersatu, diidik, didorong untuk bersatu.

Setelah selingan hiburan dari groups paduan suara STKIP BBG, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi seminar oleh Prof. Dr. Soegiyanto, K.S, M.S., dan Prof. Dr. Rernat Wahyu Hardianto, M.Si.,

Prof. Dr. Soegiyanto, K.S, M.S., menyatakan bahwa dalam membentuk karakter pendidikan di program pasca sarjana memang kental dengan teladan. Para dosen dan karyawan administrasi akademik harus memberikan pelayanaada mahasiswa. Contohnya setelah wisuda, mahasiswa harus menerima ijazah dan transkrip nilai. “Diusahakan tidak boleh terlambat satu hari pun,” ujarnya.

Acara diakhiri dengan penandatanganan MoU antara STKIP BBG yang diwakili oleh Lili Kasmini, M.Si, dengan Universitas Negeri Semarang oleh Prof. Dr. Rernat Wahyu Hardianto, M.Si., Pembacaan doa oleh Drs. Musdiani, M.Pd.

Bangun Negeri, Bijakkan Bangsa