STKIP BBG Adakan Kuliah Umum Analisa Perkembangan Peserta Didik

4 Oktober 2019 | BBG News

BANDA ACEH, BBG NEWS–Puluhan mahasiswa kampus STKIP BBG mengikuti Kuliah Umum Analisa Perkembangan dan Kemampuan Peserta Didik. Kegiatan berlangsung di aula kampus setempat, Jumat (4/10/2019). Pemateri kegiatan tersebut adalah Dr. Asep Supena, M.Psi. ( Dosen Universitas Negeri Jakarta).

Miksalmina, M.Mat, Wakil Ketua I mewakili Ketua STKIP BBG Dr. Lili Kasmini, M.Si. membuka workshop tersebut. Dalam sambutannya Miksal menyatakan bahwa workshop ini sangat penting bagi mahasiswa, terutama mahasiswa yang sebentar akan menjadi guru PPL sehingga ilmu tentang perkembangan peserta menjadi acuannya dalam menghadapi peserta didik. Intinya ilmu yang didapatkan ini dapat diimplementasikan di lingkungan sekolah saat menjadi guru kelak.

“Kami harapkan semoga kegiatan ini berlangsung dengan sukses. Kepada peserta supaya dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik,”pungkasnya.

Dr. Asep Supena, M.Psi., sang pemateri mengfokuskan kajian Perkembangan Peserta Didik pada bidang disabilitas. Dalam UU No 8 tahun 2016 (pasal 10 ayat a) penyandang disabilitas berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu pada satuan pendidikan pada semua jenis, jalur, dan jenjang pendidikan secara inklusif dan khusus. Asep berharap ke depan ada sekitar 2,5-5% mahasiswa yang masuk ke STKIP BBG adalah penyandang disabilitas. Hal ini selain sebuah bentuk sikap sosial dengan membantu maayarakat terutama penyandang disabilitas juga berdampak positif bagi kampus. Setiap tahun Menristekdikti selalu mengeluarkan hibah untuk menguatkan perguruan tinggi yang memberi layanan ke penyandang disabilitas.

Ada 11 ragam penyandang disabilitas yakni tunanetra, tunarungu, tunagrahita, gangguan komunikasi, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, autis, gangguan perhatian dan hiperaktif, tuna majemuk (skizofrenia, birolar, depresi, anyietas).

“Kita harus peka dan menghargai penyandang disabilitas. Kalau kalian nanti menjumpai anak berkebutuhan khusus suruh mereka duduk di depan. Sering bertanya pada mereka apakah sudah paham atau belum, pahami apa yang mereka sukai dan apa yang membuat mereka tidak nyaman”tuturnya.

Bangun Negeri, Bijakkan Bangsa