Sosialisasi Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) Tahun 2026

19 Juni 2026 | BBG News

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong peningkatan kualifikasi akademik dosen melalui Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (BPDDI) Tahun 2026, Jumat (19/6).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan bahwa dosen merupakan aset terbesar pendidikan tinggi yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, dan inovasi nasional.

“Dosen adalah aset terbesar dari pendidikan tinggi dan tentu kita berharap dosen tidak perlu menunggu lama bisa langsung segera kuliah,” ujar Menteri Brian saat memberikan arahan pada Webinar Sosialisasi Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (BPDDI) Tahun 2026.

Menteri Brian menyampaikan bahwa saat ini berbagai perguruan tinggi di Indonesia telah memiliki program doktor dengan fasilitas yang semakin baik dan lengkap. Oleh karena itu, Mendiktisaintek mengajak para dosen untuk memanfaatkan kesempatan beasiswa yang disediakan pemerintah guna meningkatkan kompetensi akademik sekaligus memperkuat kapasitas riset nasional.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek, Sandro Mihradi melaporkan bahwa BPDDI yang mulai dilaksanakan pada tahun 2025 telah memberikan manfaat kepada 1.269 dosen di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 848 dosen menempuh studi doktor pada bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dan 421 dosen pada bidang non-STEM.

Selain itu, penerima BPDDI terdiri atas 672 dosen atau 53% dari PTN dan 597 dosen atau 47% dari PTS, serta sebanyak 150 penerima beasiswa juga berasal dari politeknik.

“Harapannya ini dapat memberikan dampak untuk meningkatkan kapasitas riset, teknologi,dan sains serta mendorong inovasi dan hilirisasi,”  ujar Plt. Kepala PPAPT.

Kapus Sandro juga menjelaskan bahwa BPDDI merupakan salah satu instrumen strategis Kemdiktisaintek dalam meningkatkan kualifikasi akademik dosen sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia pendidikan tinggi Indonesia.

Program tersebut bertujuan memberikan akses pembiayaan pendidikan doktor bagi dosen serta meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor sebagai fondasi penguatan pendidikan tinggi nasional.

Pada tahun 2026, BPDDI kembali dibuka bagi dosen tetap perguruan tinggi di bawah koordinasi Kemdiktisaintek yang akan melanjutkan studi doktor. Program ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan dirancang untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

BPDDI 2026 dilaksanakan melalui dua skema utama. Pertama, skema reguler bagi dosen yang menempuh studi doktor di perguruan tinggi dalam negeri, baik mahasiswa baru maupun mahasiswa ongoing yang sedang menjalani studi maksimal pada semester tiga.

Kedua, skema joint degree atau dual degree yang dilaksanakan melalui kerja sama perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri dengan durasi pendanaan maksimal empat tahun.

Dalam pelaksanaannya, BPDDI 2026 menghadirkan penyempurnaan proses seleksi melalui penerapan Tes Bakat Skolastik (TBS) yang digunakan untuk mengukur potensi akademik, kemampuan penalaran, dan kemampuan berpikir analitis calon penerima beasiswa. Tahapan seleksi juga mencakup seleksi administrasi dan seleksi substansi melalui wawancara.

Selain menanggung biaya pendidikan, BPDDI juga memberikan dukungan pembiayaan yang komprehensif berupa biaya pendaftaran, bantuan penelitian atau disertasi, insentif publikasi jurnal internasional, biaya hidup bulanan, transportasi, asuransi kesehatan, hingga dukungan biaya keadaan darurat. Kemdiktisaintek juga menyediakan skema dukungan tambahan bagi dosen penyandang disabilitas, termasuk pembiayaan pendamping selama masa studi.

Melalui BPDDI 2026, Kemdiktisaintek berharap semakin banyak dosen Indonesia yang dapat meningkatkan kualifikasi akademiknya hingga jenjang doktor serta berkontribusi dalam memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan kualitas pendidikan tinggi nasional.

Artikel ini telah tayang di Kabar Dikti dengan judul “Sosialisasi Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) Tahun 2026”, https://kemdiktisaintek.go.id/news/article/sosialisasi-beasiswa-program-doktor-untuk-dosen-indonesia-pddi-tahun-2026.

#ubbgbermutu
#ubbgmaju
#diktisaintekberdampak
#kampusberdampak
partner-1
partner-2
partner-3
partner-4
partner-5
partner-6
partner-7
partner-8
partner-9
partner-10
partner-11
partner-12
partner-13
partner-14
partner-15
Layanan Pengaduan lapor.bbg.ac.id
Skip to content