BANDA ACEH, BBG NEWS–Prodi S2 Pendidikan Jasmani Sekolah Pascasarjana Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) bekerja sama dengan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Provinsi Aceh sukses menyelenggarakan kegiatan Teras Bermain sebagai salah satu luaran Mata Kuliah Multidisipliner Permainan Tradisional. Kegiatan berlangsung di kawasan Car Free Day Banda Aceh, Minggu (2/7/2026).
Kegiatan ini menjadi implementasi nyata pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep permainan tradisional di ruang kuliah, tetapi juga mengaplikasikannya secara langsung kepada masyarakat melalui aktivitas edukatif dan rekreatif. Berbagai permainan tradisional diperkenalkan dan dimainkan bersama peserta sebagai upaya melestarikan warisan budaya sekaligus menumbuhkan karakter, kerja sama, sportivitas, dan gaya hidup aktif.
Mata kuliah ini diampu oleh Dr. Zikrur Rahmat, M.Pd. dan Dr. Sahabul Adri AR, M.Pd., yang menekankan pentingnya integrasi kajian akademik dengan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi dalam mengembangkan, mengimplementasikan, serta mengampanyekan permainan tradisional sebagai bagian dari pendidikan jasmani yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Sekolah Pascasarjana UBBG, Prof. Dr. Bansu Irianto, M.Pd., Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana UBBG Dr. Didi Yudha Pranata, M.Pd., Ketua Program Studi S1 Pendidikan Jasmani UBBG Irwandi, S.Pd., M.Pd., AIFO., serta Ketua Program Studi Magister Pendidikan Dasar Dr. Mayang Sari, M.Pd. Kehadiran para pimpinan dan sivitas akademika tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian permainan tradisional melalui pendidikan tinggi.
Antusiasme masyarakat Kota Banda Aceh terlihat sangat luar biasa. Sejak kegiatan dimulai, lokasi penyelenggaraan dipenuhi oleh keluarga yang datang bersama putra-putrinya untuk mengikuti berbagai permainan tradisional. Anak-anak tampak gembira, aktif, dan penuh semangat mengikuti setiap permainan yang disiapkan oleh mahasiswa Magister Pendidikan Jasmani. Suasana kebersamaan, keceriaan, dan interaksi antargenerasi menjadi pemandangan yang memperlihatkan bahwa permainan tradisional masih memiliki daya tarik yang kuat di tengah perkembangan era digital.
Wakil Direktur I Sekolah Pascasarjana UBBG, Dr. Didi Yudha Pranata, M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Teras Bermain merupakan contoh nyata bagaimana proses pembelajaran di Pascasarjana UBBG mampu menghasilkan luaran yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran di Magister Pendidikan Jasmani tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi juga menghasilkan inovasi dan aksi nyata di lapangan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan sebagai bagian dari komitmen Sekolah Pascasarjana UBBG dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat melalui pelestarian budaya serta penguatan pendidikan jasmani,” ujar Dr. Didi Yudha Pranata, M.Pd.
Sementara itu, Ketua KPOTI Provinsi Aceh, Dr. Zikrur Rahmat, M.Pd., menyampaikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan KPOTI merupakan langkah strategis dalam menjaga eksistensi permainan tradisional di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan permainan digital.
“Permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi mengandung nilai-nilai pendidikan, budaya, kebersamaan, dan pembentukan karakter. Melalui sinergi dengan Magister Pendidikan Jasmani UBBG, kami berharap semakin banyak generasi muda yang mengenal, mencintai, serta melestarikan permainan tradisional sebagai identitas budaya bangsa,” ungkapnya.
Salah seorang peserta yang hadir, Titik Isnaini Lestari, mengaku sangat senang dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi anak-anak. Mereka bisa bermain sambil belajar, mengenal permainan tradisional yang mulai jarang ditemui, sekaligus berinteraksi dengan teman-teman seusianya. Kami berharap kegiatan seperti Teras Bermain dapat dilaksanakan secara rutin karena memberikan pengalaman yang positif bagi keluarga,” tuturnya.
Melalui penyelenggaraan Teras Bermain, Sekolah Pascasarjana UBBG bersama KPOTI Aceh menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program kolaboratif yang memperkuat pelestarian permainan rakyat sekaligus mendukung implementasi pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berdampak bagi masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa perguruan tinggi mampu menghasilkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas melalui pelestarian budaya dan penguatan karakter generasi muda.
Sementara itu, Rektor UBBG Prof. Dr. Hj. Lili Kasmini, S.Si., M.Si. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Permainan rakyat dan permainan tradisional bukan sekedar olahraga hiburan semata, tetapi juga bagian dari upaya melestarikan budaya nusantara yang hampir punah, khususnya permainan dan olahraga dan tradisional.
“Terima kasih kepada penyelenggara dan peserta kegiatan. Harapannya kegiatan ini terus diadakan supaya generasi kita dapat menyukai dan ikut melestarikan permainan dan olahraga tradisional, “ujarnya.
#ubbgmaju
#diktisaintekberdampak
#kampusberdampak



















