Silat Seni yang Menakjubkan

25 Mei 2015 | BBG News

PDF version

Banda Aceh, BBG News – Anggun nian gemulai, empat perempuan berkostum kuning dengan balutan kain merah dipadu biru melingkari kepalanya sedang bersiap-siap diri untuk menampilkan kebolehan. Terlihat mereka juga menyempatkan diri berfoto bersama sang dosen Zikrul Rahmat M.Pd. Senyum lepas terlihat juga dari pria berbaju hitam bertuliskan Aceh di punggungnya. Jelang beberapa saat kemudian, dari pengeras suara terdengar panggilan, “Sekarang mari kita saksikan pertunjukkan silat seni dari Sanggar Seni dan Drama STKIP Bina Bangsa,” ucap sang pembawa acara.

Tepuk tangan dari penonton pun pecah, saat empat perempuan ditemani dua lelaki tepat berada di hadapan mereka. Dua lelaki ini pun duduk menghadap empat perempuan dari arah utara dan selatan. Bersamaan dengan itu, alunan musik Kutidieng seakan-akan mengarahkan para perempuan ini untuk menari. Dua lelaki itu tetap bertahan pada posisi semula, sementara sang perempuan terus menggerakkan tubuhnya beserta jemari mengikut irama musik Kutidieng.

Jelang beberapa saat kemudian, dua lelaki ini bangkit serta mengambil posisi siap bertarung. Mahasiswa Progam Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP BBG) ini, sedang memperlihatkan kebolehannya bertarung silat. Tanpa matras dan body protector, salah satu di antara mereka terjatuh akibat pertarungan silat. Tak ada tanda-tanda luka atau terkilir, lelaki itu bangkit dan bergabung dengan para perempuan kembali menari.

Pertunjukkan silat seni, itulah nama tarian kreasi yang sedang diperankan mahasiswa STKIP BBG di Taman Putroe Phang. Kolaborasi antara silat dan tarian membuat siapa pun terkesima ketika menyaksikannya. Bahkan, beberapa penonton sempat takjub melihat kebolehan para mahasiswa ini menunjukkan kreativitas positifnya di bidang kesenian.

Indah, salah seorang penonton yang berdomisili di Banda Aceh saat diwawancarai BBG News mengaku senang melihat kreativitas mahasiswa STKIP BBG. Menurut dia, Perguruan Tinggi (STKIP BBG-red) telah menampung serta menyalurkan kreativitas mahasiswanya untuk hal-hal yang positif.

“Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pengajaran semata, melainkan untuk menumbuhkan kreativitas para mahasiswa juga urgen dilakukan. Hal ini bertujuan, ketika mereka lulus dan meninggalkan kampus telah memiliki softskill sehingga tidak berorientasi pada PNS,” ungkapnya

Indah yang juga alumni Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama di Sumatera Utara ini berharap, sudah saatnya masyarakat meninggalkan asumsi buruk terkait Perguruan Tinggi Swasta (PTS), karena di PTS juga memiliki banyak keunggulan, dan saat ini sudah setara dengan PTN.

“Saya lulusan dari PTN dan suami saya dari PTS. Akan tetapi, suami saya dapat membuka perusahaan. Yang menjadi permasalahannya, mau tidak mahasiswa ketika selesai kuliah memiliki daya saing yang lebih kuat. Di luar negeri, perguruan tinggi swasta lebih punya nilai dibandingkan perguruan tinggi negeri.

Pada Minggu (24/5), Sanggar Seni Tari dan Drama STKIP BBG menampilkan tiga penampilan di Putroe Phang Music and Art Weekend Show III. Adapun ketiga penampilan tersebut di antaranya adalah: silat seni, dramatisasi puisi, dan vocal solo.

Bangun Negeri, Bijakkan Bangsa