Satu Langkah Kecil Menembus Amabaan

20 Februari 2018 | BBG News

PDF version

BANDA ACEH, BBG NEWS—“Pihak kementrian juga sudah pernah datang ke sini. Pihak  DPRD juga sudah berkali kali ke sini. Tapi hanya memberikan harapan untuk kami. Kami berharap kepada adik-adik dapat memberikan salam kepada Dinas Pendidikan dan Pemda Aceh agar sesekali berkunjung ke tempat kami. Melihat ‘kandang kambing’ yang kami jadikan sekolah,“ ujarn Rustim, Kepala SMAN 5 Simeuleu Barat saat menyambut rombongan mahasiswa yang mengadakan Baksos. Ya, sekolah yang terletak di desa Amabaan, pedalaman Simeulue tersebut tampak seperti gubuk, reot dan lapuk. Bisa dikatakan jauh dari kelayakan sebuah sekolah.

Baksos tersebut diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah (HMP PBSID)  STKIP BBG Banda Aceh bekerja sama dengan Tripod Aceh, Sabtu (17/2). Bakti Sosial dengan tema “Satu Langkah Kecil untuk Simeulue” itu sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan Simeulue. Dalam kegiatan itu mereka menyumbangkan 1000 exsemplar buku yang terdiri atas buku bahan bacaan, buku paket, dan buku tulis serta peralatan tulis. Buku itu dikumpulkan mahasiswa PBSID STKIP BBG melalui posko yang dibuka sejak Januari 2018. Namun, untuk biaya perjalanan ke Simeuleu berasal dari biaya patungan mahasiswa tersebut.

“Kami mengumpulkan buku sejak awal Januari yang kami buka di depan kampus STKIP BBG Banda Aceh. Sebagian buku yang kami bawa adalah sumbangan dari SMAN 10 Fajar Harapan. Buku yang mereka sumbang adalah buku paket sedangkan buku bacaan dan alat tulis merupakan sumbangan dari kawan-kawan yang ada di Banda Aceh, “ungkap Syukri Ridwan, ketua panitia.

“Kami kesulitan  transportasi saat membawa sumbangan buku  ke tempat tujuan. Buku yang kami bawa k ke sana berjumlah besar.  Kami patungan agar buku tersebut sampai ke tempat tujuan,” ujar  Jufri Ali, Ketua HMP PBSID STKIP BBG.

Kedatangan mahasiswa ke sekolah yang terletak di Amabaan, Simeuleu Barat itu disambut kepala sekolah, guru, dan siswa SMAN 5 Simeuleu Barat. Mereka sangat berterima kasih atas bantuan buku yang diberikan mahasiswa PBSID STKIP BBG karena selama ini sekolah tersebut hanya memiliki 12 buku paket dan tidak mendapatkan perhatian pemerintah. Pihak sekolah berharap pihak provinsi dapat mengunjungi sekolah mereka.

“Insya Allah kami akan menyampaikan salam kepada Dinas Pendidikan Aceh dan Pemerintahan Aceh. Kiranya meraka dapat membuka mata untuk melihat adik-adik kami di sini”, ujar Hamdani Chamsyah, penanggung jawab kegiatan.

Ia juga berterima kasih atas sambutan dari sekolah yang begitu baik, juga kepada Pemkab Simeulue yang sudah memobilitas dari pelabuhan hingga ke tempat tujuan. Terima kasih juga kepada Sarwo Edi, mahasiswa Penjaskesrek  STKIP BBG yang telah menyediakan tempat inap untuk rombongan  sebelum sampai ke tempat tujuan. Selain mengantarkan bantuan, mereka juga mengadakan kampanye pendidikan, mengajar, merehab bangunan kantor sekolah,  dan gotong royong.

 

Bangun Negeri, Bijakkan Bangsa