SAMBA 2019 Resmi Ditutup. Ini Pesan Ketua STKIP BBG Kepada Mahasiswa Baru

13 September 2019 | BBG News

PDF version

BANDA ACEH, BBG NEWS—“Ada dua skill yang harus dikuasai pada era milenial ini jika ingin sukses kuliah dan bekerja. Kuasai bahasa Inggris dan teknologi,”ujar Ir. Hidayatullah Daud, M.T.,Pembina Yayasan  saat memberi sambutan penutupan kegiatan SAMBA 2019 yang berlangsung di aula kampus setempat, Kamis (12/9/2019). Beliau menambahkan bahwa dua hal itu menjadi kunci sukses dalam melamar pekerjaan saat ini. Era Industri 4.0 membuat persaingan dalam mencari kerja sangat ketat. Perbedaan gaji pekerja asing jauh berlipat dengan pekerja lokal. Karena apa? Tentu saja kecakapan mereka dalam bahasa Inggris dan teknologi. Karena itulah, beliau sangat bangga melihat penampilan debat bahasa inggris. Apalagi debat tersebut hampir saban tahun meraih juara NUDC yang diadakan LL Dikti Wilayah XIII.

Dalam rangka meningkatkan talenta atau kecakapan mahasiswa, STKIP BBG selalu memberikan wadah dan fasilitas. Mungkin di awal tahun 2020 akan rampung bangunan baru berlantai 4 yang saat ini sedang dikerjakan yang bakal menjadi penunjang perkuliahan dan kreativitas menjadi lebih nyaman. Program kampus akan terus ditingkatkan. Rencana  tahun 2020 STKIP BBG akan berubah status dari sekolah tinggi menjadi universitas, juga disertai dengan pembukaan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Sontak saja pernyataan ini disambut gemuruh tepuk tangan mahasiswa.

Kegiatan SAMBA 2019 ditutup oleh Ketua STKIP BBG Dr. Lili Kasmini, M.Si. Dalam sambutannya beliau menyampaikan selamat datang kepada mahasiswa baru T.A 2019/2020. Kedatangan mereka ini tentu saja sudah lama kami nantikan sejak beberapa bulan lalu. “Apalagi ibu pribadi, yang tidak bisa mengikuti kegiatan SAMBA 2019 karena sedang menjalani proses sidang terbuka doktor. Tentu kerinduan itu makin membuncah. Seperti lagu yang dinyanyikan tadi Ada na sayeup ka lon teureubang. Begitulah suasana hati Ibu,”pungkas beliau.

Lili Kasmini berpesan kepada mahasiswa baru agar tekun menjalani kuliah di samping juga mengikuti berbagai macam kreativitas untuk mengasah minat bakat. Tentu saja proses perkuliahan berbanding terbalik dengan dunia sekolah yang membuat mahasiswa harus bisa menyesuaikan diri. Pandai-pandailah dalam berteman. Hindarilah pergaulan bebas yang bisa menjerumuskan kepada perbuatan negatif.

Pentupan SAMBA 2019 diakhiri dengan pembagian hadiah lomba, penyerahan jas almamater,  dan kartu mahasiswa secara simbolik. Hal yang lebih seru lagi adalah pemberian surprise kepada ketua STKIP BBG atas gelar doktornya. Rona wajah Ibu Lili seketika berubah. Beliau tampak terharu. “Ini hadiah untuk ibu doktor. Saya pernah mengancam beliau supaya harus meraih gelar doktor saat menyambut mahasiswa baru. Akhirnya hal tersebut beliau penuhi,”kelakar Regina Rahmi, M.Pd., Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni.

Bangun Negeri, Bijakkan Bangsa