Laporan: Nurul Safitri
BANDA ACEH, BBG NEWS–Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) III di Aula Mini kampus setempat, Senin (15/6/2026). Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan sekaligus upaya menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di lingkungan kampus.
Pembukaan MTQ III dihadiri oleh Rektor UBBG, Prof. Dr. Hj. Lili Kasmini, S.Si., M.Si., dosen, tenaga kependidikan, dewan juri, peserta, serta mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Lili Kasmini, S.Si., M.Si. menyatakan bahwa MTQ yang diselenggarakan tahun ini merupakan pelaksanaan ketiga yang digagas dan dikelola oleh UKM LDK UBBG. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar kompetisi membaca Al-Quran, tetapi juga bagian dari ikhtiar membangun budaya religius di lingkungan kampus.
“Al-Quran merupakan pedoman hidup yang harus senantiasa dibaca, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah berbagai kesibukan, tantangan, dan godaan yang ada, kita harus tetap meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan Al-Quran,” ujarnya.
Sang rektor menegaskan bahwa LDK memiliki peran penting dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai keagamaan di lingkungan kampus. Melalui berbagai program yang dijalankan, LDK diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan mahasiswa agar semakin mencintai dan dekat dengan Al-Quran.
Beliau juga menyampaikan bahwa budaya membaca Al-Qur’an telah menjadi bagian dari aktivitas keagamaan di UBBG. Salah satunya melalui kegiatan pembacaan Surah Yasin yang rutin dilaksanakan oleh dosen dan tenaga kependidikan setiap hari Jumat.
“Kita tidak harus memiliki suara yang sangat merdu untuk membaca Al-Qur’an. Namun tentu akan lebih baik jika bacaan disertai dengan tajwid yang benar dan terus ditingkatkan kualitasnya. Yang terpenting adalah semangat untuk terus membaca dan mencintai Al-Qur’an,” katanya.
Lebih lanjut, Prof. Lili berharap MTQ dapat menjadi sarana pembinaan yang berkelanjutan bagi mahasiswa. Ia mendorong pengurus LDK untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi civitas akademika.
Menurutnya, keberadaan LDK harus mampu menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa, termasuk membimbing mereka yang belum lancar membaca Al-Qur’an hingga mampu membaca dengan baik dan benar.
“Semakin profesional kegiatan ini dilaksanakan, maka manfaat yang dihasilkan juga akan semakin besar. Saya berharap LDK dapat menjadi wadah pembinaan yang mampu membantu mahasiswa berkembang, dari yang belum bisa menjadi bisa, dari yang sudah bisa menjadi lebih baik lagi. Bahkan ke depan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kemahasiswaan seperti ini dapat dikonversi ke dalam mata kuliah sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Prof. Lili mengajak seluruh civitas akademika untuk bersama-sama mewujudkan UBBG sebagai kampus yang mencintai Al-Qur’an dan menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai bagian dari budaya kampus.
“Kita ciptakan lingkungan UBBG sebagai lingkungan yang cinta Al-Quran, religius, dan mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Humas UBBG Regina Rahmi, M.Pd., menyatakan bahwa UBBG terus berupaya mengembangkan pelaksanaan MTQ agar dapat menjangkau peserta yang lebih luas. Salah satu gagasan yang tengah dipersiapkan adalah penyelenggaraan MTQ secara daring melalui platform digital sehingga dapat diikuti oleh peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh, bahkan dari seluruh Indonesia.
Menurut Regina, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperluas syiar Al-Quran dan membuka kesempatan yang lebih besar bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam bidang tilawah dan seni baca Al-Quran.
“Ke depan, kami berharap MTQ UBBG tidak hanya menjadi agenda internal kampus, tetapi juga berkembang menjadi ajang yang dapat diikuti oleh peserta dari seluruh Aceh hingga tingkat nasional melalui sistem daring. Dengan cara ini, semangat mencintai Al-Quran dapat menjangkau lebih banyak kalangan dan menjadi ruang silaturahmi bagi generasi muda pecinta Al-Quran dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Regina.
Ia menambahkan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen UBBG untuk menghadirkan kegiatan keagamaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi landasannya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor UBBG juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada dewan juri, peserta, panitia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan MTQ III UBBG.
Kegiatan MTQ III UBBG mempertandingkan beberapa cabang lomba, di antaranya Tilawah Al-Qur’an, Syarhil Quran, dan Tartil. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Quran semakin tumbuh di kalangan mahasiswa serta memperkuat karakter religius di lingkungan Universitas Bina Bangsa Getsempena.
View this post on Instagram
#ubbgmaju
#diktisaintekberdampak
#kampusberdampak



















