BANDA ACEH, BBG NEWS–Prodi Pendidikan IPA Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) melaksanakan kegiatan bertajuk “Prodi Pendidikan IPA UBBG Ikut Melestarikan Mangrove Melalui Penguatan Konservasi Mangrove Berbasis Etnosains untuk Mendukung Keberlanjutan Lingkungan”. Kegiatan berlangsung di Mangrove Park Lampulo Banda Aceh, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Program Studi Pendidikan IPA UBBG dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah, serta komunitas peduli lingkungan. Selain melakukan aksi konservasi mangrove, kegiatan ini juga mengedepankan pendekatan etnosains dengan mengintegrasikan kearifan lokal masyarakat pesisir dan ilmu pengetahuan modern sebagai upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.
Ketua Program Studi Pendidikan IPA UBBG dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelestarian mangrove merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi dari berbagai elemen masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat pesisir, pemerintah setempat, komunitas peduli lingkungan, dosen, mahasiswa, serta seluruh mitra yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mangrove memiliki peran yang sangat penting sebagai benteng alami kawasan pesisir, mencegah abrasi, menyerap karbon, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis biota. Karena itu, pelestariannya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, termasuk perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan etnosains menjadi salah satu strategi untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Melalui pendekatan tersebut, nilai-nilai budaya dan tradisi lokal dipadukan dengan ilmu pengetahuan sehingga mampu menjadi fondasi dalam membangun kesadaran konservasi yang berkelanjutan.
Sementara itu, Dosen Pendidikan IPA UBBG, Dzikrul Rizki, M.Pd., mengajak mahasiswa untuk menjadikan kegiatan ini sebagai pengalaman belajar yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya sekadar praktik lapangan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan di tengah masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan masyarakat serta menjadi inspirasi lahirnya berbagai aksi pelestarian lingkungan di berbagai daerah.
Melalui kegiatan konservasi mangrove berbasis etnosains ini, Program Studi Pendidikan IPA UBBG menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pelestarian lingkungan hidup. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir bagi generasi mendatang.
#ubbgmaju
#diktisaintekberdampak
#kampusberdampak



















