BANDA ACEH, BBG NEWS–Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh (PBSA) UBBG turut berkontribusi aktif dalam kegiatan Workshop Meususon Ranup dan Seminar Kebudayaan Aceh yang diselenggarakan oleh Universitas Bina Bangsa Getsempena bekerja sama dengan Kolaborasi Kita Kreatif (K3) serta mendapat dukungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I Aceh. Kegiatan berlangsung pada pada 30 April s.d 2 Mei 2026 di lingkungan kampus UBBG.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya Aceh melalui pendekatan akademik dan praktik budaya yang melibatkan dosen serta mahasiswa. Workshop dan seminar ini juga menjadi wadah edukatif dalam memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya Aceh kepada generasi muda, khususnya mahasiswa.
Workshop Meususon Ranup dilaksanakan di Ruang Mahira kampus setempat, 30 April s.d 1 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 30 mahasiswi yang terdiri atas 13 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh dan 17 mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan. Seluruh peserta dibagi ke dalam enam kelompok praktik untuk memudahkan proses pendampingan dan pelatihan.
Dalam kegiatan workshop, mahasiswa Prodi PBSA berpartisipasi aktif dalam praktik meususon ranup atau penyusunan ranup Aceh yang merupakan salah satu tradisi adat masyarakat Aceh. Mahasiswa bersama dosen program studi turut membantu proses penyusunan dan penataan ranup kreatif yang ditampilkan selama kegiatan berlangsung.
Workshop menghadirkan pemateri dan mentor yang berkompeten di bidang budaya Aceh serta melibatkan pelaku UMKM lokal yang memberikan pendampingan secara langsung kepada peserta. Materi yang diberikan mencakup pengenalan ranup Aceh, teknik penyusunan, pemilihan bahan, hingga inovasi desain dan pengemasan kreatif yang memiliki nilai estetika dan potensi ekonomi. Dukungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I Aceh juga menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pelestarian budaya Aceh melalui kegiatan edukatif dan kolaboratif di lingkungan perguruan tinggi.
Selain praktik budaya, kegiatan juga diisi dengan Seminar Budaya yang berlangsung pada 2 Mei 2026 di Plenary Hall UBBG pukul 09.00–17.00 WIB. Seminar tersebut dihadiri sekitar 350 peserta yang terdiri atas mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan UBBG serta peserta dari Kolaborasi Kita Kreatif. Seminar menghadirkan lima pemateri dari UBBG dan K3 yang membahas pentingnya pelestarian budaya Aceh di tengah perkembangan zaman.
Salah satu pemateri dalam seminar tersebut adalah Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh, Regina Rahmi, S.Pd., M.Pd. yang menyampaikan materi tentang budaya Aceh dan peran generasi muda dalam menjaga keberlangsungan budaya dan sastra Aceh berbasis Artificial Intelligence (AI). Dalam pemaparannya, Regina menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi sebagai media dokumentasi, pengembangan, dan promosi budaya lokal tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional yang terkandung di dalamnya.
Regina Rahmi, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan budaya seperti ini penting untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap identitas budaya lokal sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam melestarikan warisan budaya Aceh.
“Mahasiswa harus menjadi generasi yang mampu menjaga identitas budaya di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi. Budaya Aceh harus tetap hidup dan dapat berkembang melalui pendekatan kreatif serta inovatif,” ujarnya.
Rektor Universitas Bina Bangsa Getsempena Prof. Dr. Hj. Lili Kasmini, S.Si., M.Si. turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk komitmen kampus dalam mendukung pelestarian budaya lokal dan penguatan kreativitas mahasiswa berbasis kearifan lokal. Serta menjadi pemateri utama dalam seminar kebudayaan.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh UBBG menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya Aceh melalui kegiatan akademik, kolaboratif, dan berbasis praktik budaya. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjaga serta mengembangkan warisan budaya Aceh secara berkelanjutan.
#ubbgmaju
#diktisaintekberdampak
#kampusberdampak



















