Perkuat Jejaring Sastra Nusantara, PBSA UBBG Jadi Tuan Rumah Musyawarah PPN Aceh XIV

6 Juli 2026 | BBG News

BANDA ACEH, BBG NEWS–Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh (PBSA) UBBG menjadi tuan rumah Musyawarah Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) Aceh XIV, yang diikuti oleh penyair, akademisi, budayawan, dan pegiat sastra dari 14 negara. Pertemuan tersebut berlangsung pada Minggu (28/6/2026). Musyawarah ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Pertemuan Penyair Nusantara XIV sebagai wadah memperkuat jejaring, merumuskan arah organisasi, dan membangun kolaborasi lintas negara dalam pelestarian bahasa, sastra, dan budaya Melayu-Nusantara.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh UBBG tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh sastra, di antaranya Novi Maulida Rahmah selaku Ketua PPN Aceh, Ahmadun Yosi Herfanda selaku Ketua Mandataris PPN, Prof. Ampuan Dr. Haji Ibrahim dari Brunei Darussalam, Dr. Shamsudin Othman dan Norhayati Ab. Rahman dari Malaysia, Acep Zamzam Noor (Jawa Barat), Jose Rizal Manua (Jakarta), Chavcay Saifullah (Banten), Davie Abdullah (Aceh Bergerak), Rahmad Sanjaya (Aceh), serta para delegasi dari berbagai negara peserta.

Dalam sambutannya, Ketua PPN Aceh, Novi Maulida Rahmah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak Universitas Bina Bangsa Getsempena yang telah mendukung terselenggaranya Musyawarah PPN Aceh XIV. Ia berharap PPN terus berkembang menjadi organisasi yang semakin kuat serta mampu membangun sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pelestarian bahasa dan sastra Nusantara.

“PPN diharapkan mampu menjadi organisasi yang semakin solid dan dapat bersinergi dengan pemerintah dalam menjalankan berbagai program pelestarian sastra dan budaya,_ ” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh UBBG, Regina Rahmi, MPd. menekankan pentingnya keterlibatan dunia akademik dalam perjalanan organisasi. Menurutnya, akademisi, mahasiswa, dan pelajar perlu dilibatkan secara aktif dalam berbagai program PPN agar lahir generasi baru yang memiliki kepedulian terhadap bahasa, sastra, dan budaya daerah.

“Regenerasi menjadi kunci keberlanjutan organisasi. Oleh karena itu, keterlibatan akademisi, mahasiswa, dan pelajar harus menjadi bagian penting dalam setiap program PPN,_” ungkap Regina Rahmi.

Dalam sesi diskusi, Dr. Shamsudin Othman dari Malaysia menyampaikan pandangannya mengenai pengelolaan organisasi lintas negara. Ia menjelaskan bahwa setiap negara memiliki regulasi yang berbeda sehingga pola hubungan organisasi dengan pemerintah tidak dapat disamakan. Oleh sebab itu, PPN diharapkan mampu membangun kerja sama yang fleksibel dan menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di masing-masing negara agar kolaborasi internasional dapat berjalan dengan baik.

Selain membahas arah pengembangan organisasi, musyawarah juga menyaksikan penyerahan mandat kepada Ketua Mandataris PPN, Ahmadun Yosi Herfanda, sebagai bagian dari mekanisme organisasi dalam melanjutkan proses kepengurusan dan program kerja PPN ke depan.

Musyawarah turut menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya mendorong penyelenggaraan Pertemuan Penyair Nusantara secara berkelanjutan sebagai ruang apresiasi sastra, memperkuat penerbitan antologi puisi hasil kurasi, memperluas kemitraan dengan berbagai lembaga kebudayaan, serta mengembangkan media digital sebagai sarana publikasi karya dan dokumentasi kegiatan sastra. Rekomendasi tersebut diharapkan mampu memperkuat eksistensi PPN sebagai wadah kolaborasi penyair dan pegiat sastra di kawasan Nusantara.

Melalui penyelenggaraan Musyawarah PPN Aceh XIV, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh UBBG kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian bahasa dan sastra daerah melalui kerja sama akademik dan budaya di tingkat nasional maupun internasional. Kehadiran delegasi dari 14 negara menjadi bukti bahwa UBBG terus berperan sebagai ruang dialog dan kolaborasi dalam memperkuat khazanah sastra Melayu-Nusantara di tengah perkembangan dunia global.

#ubbgbermutu
#ubbgmaju
#diktisaintekberdampak
#kampusberdampak
partner-1
partner-2
partner-3
partner-4
partner-5
partner-6
partner-7
partner-8
partner-9
partner-10
partner-11
partner-12
partner-13
partner-14
partner-15
Layanan Pengaduan lapor.bbg.ac.id
Skip to content