Peran STKIP BBG di Kota Madani

12 Mei 2015 | BBG News

PDF version

Makna kata madani berarti menjunjung tinggi nilai, norma, hukum yang ditopang oleh penguasaan iman, ilmu, dan teknologi yang berperadaban. Dalam hal ini, visi dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bina Bangsa Getsempena (STKIP BBG) adalah menjadi perguruan tinggi religius, unggul dan mandiri di Indonesia tahun 2020. Hal ini dikatakan oleh Ketua STKIP BBG Lili Kasmini, M.Si menjawab pertanyaan dari penyiar radio Rumoh PMI Dara Shynny, Senin sore (11-5) yang menanyakan bagaimana upaya STKIP BBG mewujudkan kota Banda Aceh sebagai kota madani.

Menurut Lili Kasmini secara umum antara visi STKIP dan visi Kota Banda Aceh sudah sejalan karena visi kota Banda Aceh adalah Banda Aceh model kota madani. Kata Lili Kasmini, ia selalu menekankan baik kepada mahasiswa STKIP BBG maupun alumni haruslah menjunjung norma yang berlaku, berkarakter, serta cakap dalam penguasaan teknologi. Selain itu, diberlakukannya kawasan bebas rokok di kampus STKIP BBG bagi seluruh mahasiswa dan dosen merupakan bukti nyata untuk menciptakan dunia akademik yang nyaman dan sehat serta sesuai dengan misi kota Banda Aceh poin keempat menumbuhkan masyarakat yang berintelektualitas sehat dan sejahtera.

“Saya selalu imbaukan kepada mahasiswa saat mengajar, bahwasanya ketika lulus kuliah, target utama janganlah menjadi PNS. Kita menginginkan alumni dari kita mampu membawa perubahaan khususnya bagi daerah mereka sendiri. Mereka diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja bagi orang lain. Misalnya, membuka les privat ataupun yang lebih hebatnya lagi, alumni kita mampu membuat sebuah tempat bimbingan belajar,” ungkapnya.

Berkaitan dengan jaminan kesehatan bagi mahasiswa STKIP BBG, Lili Kasmini menambahkan, di STKIP BBG juga disediakan fasilitas berupa BPJS serta asuransi kesehatan bagi atlit yang berprestasi. Khususnya bagi atlit, hal ini dilakukan agar mereka fokus bertanding tanpa memikirkan persoalan yang lain sehingga dapat mengharumkan nama STKIP BBG.

“Mereka yang telah mendaftar di STKIP BBG dan dinyatakan lulus dan berstatus mahasiswa diwajibkan memiliki kartu BPJS bagi orang tuanya non-PNS. Kita menanyakan hal itu saat tes wawancara. Kita bantu mahasiswa tersebut mengurus kartu BPJS. Tidak hanya mahasiswa, dosen dan staf di STKIP BBG juga memiliki kartu BPJS. Hal ini kami lakukan agar tupoksinya masing-masing dapat dijalankan dengan optimal. Dosen dapat mengajar dengan optimal sesuai dengan beban SKS yang dibebankan dan staf di sini mampu menjalankan tugasnya masing-masing.

Khadijah Juliana, mahasiswi STKIP BBG Program Studi Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) yang juga menghadiri talkshow tersebut mengharapkan agar mahasiswa yang berdomisili di Banda Aceh menaati norma yang berlaku di kota madani ini, baik itu aturan yang tertulis maupun tidak.

“Kita juga harus wawas diri bahwasanya tujuan utama kita ke Banda Aceh adalah untuk menimba ilmu. Oleh karena itu, manfaatkan semua fasilitas baik yang diberikan oleh orang tua maupun kampus dengan semaksimal mungkin untuk mencapai prestasi,” ungkap peraih mendali perak pada POM Asean Games.

Talkshow yang dimulai pada pukul 17.00 WIB berakhir tepat pukul 18.00 WIB dipandu oleh penyiar radio Dara Shynny dan Yulistiara. Dalam talkshow tersebut mengulas tema peran kampus dalam mewujudkan kota Banda Aceh sebagai kota mandani. Wakil Ketua II, Aulia Afridzal, M.Si juga turut menghadiri talkshow. Adapun yang menjadi narasumber pada talkshow tersebut adalah Lili Kasmini, M.Si dan Khadijah Juliana.

Bangun Negeri, Bijakkan Bangsa