Pencak Silat Mantapkan Posisi Indonesia di Klasemen

22 Desember 2014 | BBG News

PDF version

Palembang, BBG News – Kontingen Indonesia berhasil menambah tiga emas dari cabang pencak silat ajang Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) ASEAN XVII di Palembang, Sumatra Selatan, kemarin.

Tiga emas itu dipersembahkan Firman (kelas A laga putra), Sri Rahayu (kelas A laga putri), dan Sarah Tri Monita (kelas C laga putri). Emas pertama dipersembahkan Firman setelah mengalahkan Bui Ba Duc (Vietnam) dengan skor 5-0.

“Sebenarnya teknik sama, tapi penguasaan mental yang paling menentukan juara,” kata Firman seusai pengalungan medali di Graha Serbaguna, Jakabaring Sport City, Palembang, kemarin.

Lalu pada putaran final laga putri kelas A, Sri Rahayu mengalahkan Nguyen Thi Kim (Vietnam) dengan skor 4-1. Di kelas C laga putri, Sarah menyumbang emas ketiga setelah menang TKO atas Hoang Thiloan (Vietnam). Selain tiga emas, perak dipersembahkan mahasiswi Penjaskesrek STKIP BBG Banda Aceh Khatijah Juliana pada kelas B nomor laga putri. Khatijah dikalahkan pesilat Vietnam Dao Thi Tuyet dengan skor 0-5.

“Saya merasa kurang bisa mengontrol permainan. Kondisi fisik juga kurang fit,” kata Juliana.

Ketua Prodi Penjaskesrek STKIP BBG Irwandi, M.Pd mengatakan, “Kami merasa bersyukur dan bangga atas apa yang diraih oleh anak kami, walau hanya membawa pulang medali perak tetapi cukup membanggakan. Semoga ini bisa menjadi barometer bagi perguruan tinggi di Indonesia khususnya di Aceh untuk lebih mengembangkan olahraga pencak silat”.

Hingga hari ke-10 POM ASEAN XVII, kontingen silat Indonesia memimpin perolehan medali cabang pencak silat dengan raihan 6 emas, 4 perak, dan 2 perunggu. Vietnam di peringkat dua dengan 5 emas, 3 perak,dan 2 perunggu.

Cabang silat memperebutkan 19 medali emas (6 kategori jurus dan 13 kategori laga putra dan putri).

Di daftar perolehan medali, Indonesia masih ada di atas dengan 52 emas, 64 perak, dan 39 perunggu, sedangkan Thailand di posisi kedua dengan 44 emas, 30 perak, dan 19 perunggu. Lalu Malaysia dengan 30 emas, 30 perak, dan 46 perunggu. (*/mi)

Bangun Negeri, Bijakkan Bangsa