Museum Tsunami dan Kuburan Massal, Mengulang Sebuah Ingatan

27 Desember 2017 | BBG News

PDF version

BANDA ACEH,  BBG NEWS—Lantunan doa itu menggema sendu di depan gundukan tanah yang memanjang itu. Beberapa mahasiswa menundukkan kepala sembari tangannya menengadah ke atas. Ada pula yang menitikkan air mata. Itulah gambaran suasana di kuburan massal Ulee Lhee, Banda Aceh, Minggu (24/12) saat serombongan mahasiswa STKIP BBG melakukan ziarah. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Getsempena dalam Bingkai Syariah yang diselenggarakan oleh BEM STKIP BBG.

Pada hari yang sama juga dilakukan kunjungan ke Museum tsunami . “Di sini mahasiswa dapat melihat potret  dan sejarah kejadian tsunami yang menimpa Aceh pada tahun 2004 silam,”ujar Rijal, seorang peserta saat berada di museum. Ia menambahkan bahwa museum tsunami merupakan bukti sejarah yang bisa diceritakan kepada anak cucu bahwa ada tragedi besar yang pernah terjadi di tanah rencong.

Ketua BEM Irsadul Aklis menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengingat dan merenungkan musibah yang telah terjadi dan mendoakan agar korban yang tertimpa tsunami diterima semua amal dan perbuatannya oleh Allah swt. “Semoga kita yang masih hidup dapat mengambil pelajaran dari tragedi mahadahsyat ini,”ujarnya.

Getsempena dalam Bingkai Syariah sudah berlangsung sejak Rabu, (20/12) yang diawali dengan kegiatan donor darah, zikir dan tausiyah tsunami, dan terakhir kunjungan ke museum dan kuburan massal.

 

Bangun Negeri, Bijakkan Bangsa