BANDA ACEH, BBG NEWS–Prof. Dr. Hj. Lili Kasmini, S.Si.,M.Si., menjadi pembicara orasi ilmiah pada Prosesi Wisuda Universitas Cipta Mandiri Periode 1 tahun Akademik 2024/2025. Kegiatan berlangsung di aula Gedung Cabang Dinas Pendidikan Aceh Barat, Sabtu (30/8/2025). Pada orasi ilmiah tersebut, beliau mengangkat topik “Penyelamatan Bumi Melalui Revolusi Lepas dari Bahan Bakar Fosil Menuju Negeri yang Cerah, Masyarakat Sejahtera”. Prof. Lili Kasmini, S.Si.,M.Si., menyatakan bahwa krisis energi dan krisis lingkungan merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi. Solusinya adalah dapat memanfaatkan bahan-bahan alam di antaranya limbah dari tumbuhan, limbah perikanan, serta sampah organik rumah tangga dapat dijadikan energi alternatif.
Krisis ini diperkuat dengan data Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat bahwa Tingkat pengurasan minyak di Indonesia 8 kali lebih tinggi daripada negara lainnya. Mengingat tingginya kebutuhan energi dalam menopang perekonomian serta perkembangan industri, serta ketergantungan berlebihan terhadap energi tersebut juga membawa kerusakan nyata bagi bumi, isu ini harus disikapi oleh semua pihak secara bijaksana.
Alam menyediakan banyak sumber energi alternatif yang tidak merusak bumi. Kita bisa memanfaatkan energi matahari, angin, air, dan panas bumi yang jumlahnya melimpah dan dapat diperbarui. Bahkan, bahan-bahan yang dianggap limbah pun bisa menjadi energi. Limbah tersebut di antaranya limbah pertanian seperti sekam padi, jerami, dan serbuk gergaji dapat diolah menjadi briket biomassa. Limbah perikanan seperti cangkang tiram atau tulang ikan dapat diolah menjadi briket ramah lingkungan. Sampah organik rumah tangga bisa diubah menjadi biogas yang mampu menggantikan LPG. Bahkan minyak jelantah yang biasa terbuang, bisa diolah menjadi biodiesel sebagai bahan bakar ramah lingkungan. Inilah bukti bahwa solusi energi bersih bisa kita wujudkan bersama, mulai dari desa hingga kota.
“Dunia kini mencari jalan keluar. Jalan itu adalah revolusi energi untuk melepaskan diri dari bahan bakar fosil dan beralih ke energi bersih, energi yang ramah lingkungan, energi yang memelihara bumi, bukan merusaknya,” ujarnya.
Prof. Lili Kasmini, S.Si., M.Si. berbagi cerita tentang salah satu desa di Aceh Besar yakni Desa Baet. Desa ini menjadi bagian dari Program Kosabangsa yang akan jalankan. Desa ini memiliki potensi perikanan tiram yang besar. Namun, dibalik potensi itu, tersisa limbah cangkang tiram dalam jumlah besar, menumpuk di pesisir, mengganggu keindahan, dan mencemari lingkungan, menganggu keseimbangan perairan bahkan menganggu kehidupan Tiram itu sendiri.
Bagi sebagian orang, itu hanyalah sampah yang dibuang. Tapi bagi kami, itu adalah peluang. Dengan ilmu pengetahuan, riset, dan sentuhan teknologi sederhana, limbah itu kami olah menjadi briket ramah lingkungan sumber energi alternatif yang bisa menggantikan energi fosil.
Tidak hanya itu, proses produksi briket ini dikerjakan oleh masyarakat khususnya perempuan pesisir. Mereka dilatih, diberdayakan, hingga bisa menghasilkan briket berkualitas tinggi dan minim emisi berbahaya. Hasil yang diharapkan? Lingkungan menjadi bersih, keluarga memperoleh penghasilan tambahan, dan masyarakat memiliki sumber energi mandiri.
“Bayangkan, satu desa kecil bisa memberi inspirasi besar yang nantinya sangat berpengaruh bagi dunia. Bayangkan, jika ratusan, bahkan ribuan desa di Indonesia melakukan hal yang sama. Kita tidak hanya akan menyelamatkan bumi, tetapi juga menciptakan negeri yang cerah dan masyarakat yang sejahtera,” tutupnya.
#ubbghebat
#diktisaintekberdampak
#kampusberdampak




















