Malas Menulis, Kemelut Dunia Akademisi di Indonesia

14 Oktober 2017 | BBG News

PDF version

BANDA ACEH, BBG NEWS—“Kelemahan kalangan dosen di Indonesia dan pekerja profesional adalah menulis dan membuat laporan. Kita kalah dengan tenaga kerja luar negeri yang piawai dalam menulis sehingga seolah-olah mereka lebih profesional dibandingkan dengan pekerja kita. Inilah kemelut masyarakat Indonesia yang perlu diatasi,”ujar Ir. H. Hidayatullah Daud, M.T., Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Aceh. Hal tersebut beliau sampaikan saat membuka Workshop Penulisan dan Publikasi Artikel Ilmiah yang berlangsung di Plenary Hall kampus STKIP BBG, Sabtu (14/10). Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama APTISI Wilayah XIII Aceh dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Pemateri workshop adalah Prof. Dr. Edy Herianto Majlan dari UKM.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Drs. H. Muchtar Mahmud, M.H., M.B.A. menyatakan  bahwa sasaran kegiatan ini adalah untuk mempertajam kemampuan kalangan akademisi dalam meneliti dan dapat memilih jurnal bereputasi untuk hasil penelitian. “Kami sangat berterima kasih kepada STKIP BBG yang telah menyediakan tempat dan fasilitas sehingga kegiatan ini bisa  terlaksana dengan baik,”ujarnya.

Prof. Dr. Edy Herianto Majlan dalam materinya menyatakan bahwa menulis artikel yang baik dimulai dengan membaca artikel yang berkualitas. Nikmati proses riset yang baik dan benar, dengan itu hasil tulisan kita akan sangat memuaskan bagi penikmat dan kebanggaan tersendiri bagi penulis. Jangan merasa hebat dengan satu jurnal atas nama kita pribadi, namun korabolasi merupakan unsur  penting. Sekarang bukan zamannya hebat sendiri.  

Peserta adalah dosen dari PTN, PTS, sekolah tinggi  dan akademi se-Aceh. Peserta PTN yakni perwakilan Unsyiah, Universitas Malikul Saleh, dan Universitas Samudera Pasai. Peserta PTS yakni Universitas Serambi Mekkah, Universitas Iskandar Muda, Universitas Abulyatama Aceh, dan Universitas Al Muslim. Peserta sekolah tinggi yakni STKIP BBG, STIKes Bustanul Ulum Langsa, STIKes LSM, STIKes Bina Nusantara Idi Aceh Timur, STIMI Meulaboh, STIH Muhammadiyah Aceh Tengah, dan STIES Banda Aceh. Peserta dari akademi yakni AKUBANK Banda Aceh, Akper Tgk Fakinah, Akper Jabar Ghafur Sigli, Akper Kesdam-I IM, dan Akpar Muhammadiyah Aceh.

Bangun Negeri, Bijakkan Bangsa