BANDA ACEH, BBG NEWS–Mahasiswa Prodi Seni Pertunjukan UBBG menampilkan kolaborasi budaya Aceh–Cina dalam pagelaran bertajuk Nan Wuli: Lamuri yang digelar di Auditorium Taman Seni dan Budaya Aceh, Selasa malam (14/4/2026).
Pagelaran ini menjadi ruang ekspresi artistik yang mempertemukan unsur budaya Aceh dan Tionghoa melalui perpaduan karya musik dan tari. Mahasiswa Prodi Seni Pertunjukan UBBG berkolaborasi dengan para seniman Aceh dalam menghadirkan pertunjukan yang sarat nilai estetika dan makna budaya.
Dalam karya tersebut, proses artistik dipimpin oleh Rudi Asman, S.Sn., yang juga bertindak sebagai komposer musik. Di bawah arahannya, pertunjukan berhasil menghadirkan komposisi musikal yang berpadu harmonis dengan gerak tari, menciptakan suasana panggung yang dinamis dan memikat.
Kolaborasi ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengeksplorasi kreativitas sekaligus mengangkat nilai-nilai akulturasi budaya. Perpaduan elemen tradisi Aceh dengan nuansa budaya Tionghoa memberikan warna baru dalam dunia seni pertunjukan, khususnya di Aceh.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang didukung oleh Dana Indonesiana sebagai upaya mendorong pelestarian, pengembangan, serta inovasi seni budaya di Indonesia. Selain itu, karya ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari praktisi seni, akademisi, budayawan, sejarawan, hingga Yayasan Hakka Aceh sebagai representasi masyarakat Tionghoa di Aceh.
Koreografer sekaligus Dosen Prodi Seni Pertunjukan UBBG Riska Gebrina, S.Pd., M.Sn., menyampaikan bahwa karya ini merupakan bentuk eksplorasi artistik yang mengangkat nilai-nilai sejarah dan pertemuan budaya yang pernah terjadi di Aceh. Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi selama proses latihan bersama para seniman Aceh.
“Melalui Nan Wuli:Lamuri, kami mencoba menghadirkan dialog budaya antara Aceh dan Tionghoa dalam bentuk gerak dan musikalitas. Ini bukan hanya pertunjukan, tetapi juga upaya membaca kembali jejak sejarah dan memperkuat identitas budaya melalui seni,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Prodi Seni Pertunjukan UBBG, Fitriani, M.Pd., mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam pagelaran tersebut.
“Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk berproses secara langsung di panggung profesional. Kami berharap pengalaman ini dapat meningkatkan kualitas artistik sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya,” ungkapnya.
Melalui pagelaran ini, diharapkan lahir karya-karya kreatif yang tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga membuka ruang dialog antarbudaya dalam konteks global.
#ubbgmaju
#diktisaintekberdampak
#kampusberdampak



















