Mahasiswa PPL Adalah Corong Pengembangan Kampus

1 Agustus 2018 | BBG News

BANDA ACEH, BBG NEWS—Sebanyak 189 guru Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) STKIP BBG mengikuti Pembekalan PPL Terpadu tahun 2018. Kegiatan yang bertema, “Mengimplementasikan Ilmu Menuju Generasi Bermutu,”berlangsung di aula kampus setempat, Rabu (1/8/2018). Pemateri kegiatan tersebut adalah Dr. M. Duskri, M.Kes  (Ketua PPG UIN Ar Raniry). Kegiatan juga diikuti oleh guru-guru sekolah mitra Kota Banda Aceh.

Drs. Musdiani, M.Pd., Ketua Unit PPL dan Michro Teaching STKIP BBG melaporkan  bahwa 189 guru PPL STKIP BBG akan ditempatkan di 34 sekolah di Banda Aceh dan Aceh Besar dengan rincian 12 Sekolah Menengah Atas, 1 Sekolah Menengah Pertama, 8 Sekolah Dasar, dan 12 Taman Kanak-Kanak. Ada beberapa kegiatan pada pembekalan PPL hari ini yakni pembekalan dari pemateri yang berpengalaman, nasihat dari dosen dan kepala sekolah, pembahasan tentang ujian komprehensif, dan arahan supaya mahasiswa gat dalam belajar.

Kegiatan dibuka oleh Ketua STKIP BBG Lili Kasmini, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyatakan bahwa PPL tahun ini berbeda dengan PPL tahun sebelumnya. Tahun ini ada seleksi ujian komprehensif. Hal ini bertujuan agar mahasiswa PPL lebih unggul dan berkompeten saat mengajar.

“Kalianlah ujung tombak kampus saat berada di sekolah. Baik tidaknya kampus saat bergantung pada kharisma kalian sebagai orang guru.  Oleh karena itu, tunjukkan identitas kalian sebagai insan religius,   disiplin, dan beradab. Berilah pesona, insya Allah keberadaan kalian di sekolah akan membuat kampus kian bersinar. Semoga tidak ada kendala, tidak ada kabar miring tentang mahasiswa kampus STKIP BBG,”pungkasnya.

Wakil Ketua I STKIP BBG Rita Novita, M.Pd. menyatakan bahwa program persiapan PPL tahun ini memiliki dua tahap seleksi yakni ujian komprehensif tes 1 dan tes 2. Hal ini penting dilakukan karena mahasiswa adalah corong dalam pengembangan kampus di dunia sekolah. Siap tidak siap, mahasiswa PPL harus berinteraksi dengan pihak sekolah, guru pamong, siswa, dan orang tua siswa. Kami berharap mahasiswa bisa menyesuaikan dirinya sebagai seorang guru.

Dr. M. Duskri, M.Kes, sang pemateri menyatakan bahwa mahasiswa PPL harus mampu menyiapkan pertanyaan-pertanyaan selama proses belajar mengajar. Tujuan utama guru adalah menyampaikan informasi dan mengembangkan pola berpikir siswa. “Pertanyaan adalah sebuah alat untuk memberi dan mendorong siswa untuk lebih kreatif berpikir. Pendidikan sekarang lebih mengedepankan proses kreatif dan mengasah daya pikir siswa,”pungkasnya.

Bangun Negeri, Bijakkan Bangsa