Mahasiswa Penjaskesrek STKIP BBG Raih Medali Perak di Thailand

30 Agustus 2014 | BBG News

PDF version

BBG NEWS – Ketua Umum KONI Aceh, H Zainuddin Hamid menyerahkan bonus bagi dua atlet muaythai, Lisnobel dan Masykur (mahasiswa Penjaskesrek STKIP BBG) di Kantor KONI Aceh, Selasa (26/8) petang. Kedua atlet tersebut sukses merebut medali perak dalam kejuaraan dunia muaythai di Bangkok, Thailand, pada 13 hingga 23 Agustus 2014.

Pada kesempatan itu, Zainuddin Hamid mengucapkan terima kasih atas perjuangan kedua atlet tersebut, dan pelatih Syarwan Saleh, “Saya sangat berharap pada pelatih supaya terus membina atlet-atlet Aceh lain agar ke depan kita makin diperhitungkan baik itu di level nasional atau internasional,” tegas Let Bugeh, sapaan akrab Zainuddin Hamid.

Sebagai perhargaan atas prestasi tinggi itu, Let Bugeh menyerahkan bonus kepada mereka. Bonus tersebut sebagai bentuk apresiasi serta kepedulian KONI Aceh terhadap perjuangan Lisnobel, Masykur dan juga Syarwan Saleh. “Mudah-mudahan bonus ini dapat bermanfaat bagi para atlet,” ungkap mantan Ketua Umum PSSI Aceh itu.

Ketua Prodi Penjaskesrek STKIP BBG, Irwandi M.Pd ikut bangga atas prestasi yang ditoreh oleh Masykur, “Masykur ini merupakan mahasiswa kita yang juga mendapat beasiswa penuh, tidak sia-sia perjuangannya hingga mengharumkan nama STKIP BBG, Aceh dan Indonesia sampai ke tingkat internasional,” ujarnya.

Sementara Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan STKIP BBG, Regina Rahmi M.Pd berharap agar untuk ke depan KONI Aceh menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi yang ada di Aceh tidak hanya STKIP BBG dalam hal pencarian minat-bakat mahasiswa di bidang olahraga sehingga ke depan banyak mahasiswa yang bersaing di event-event seperti ini.

Kadispora Aceh, Asnawi mengharapkan supaya atlet untuk tidak puas dengan prestasi ini. Namun, sebaliknya mereka haruslah terus meningkatkan latihan demi raihan prestasi di kejuaraan lain. “Meski ini cabang baru, kami akan tetap memberikan perhatian bagi atlet, pelatih dan pengprov. Karena, kita berharap agar prestasi cabang muaythai terus meningkat,” katanya.

Ketua Harian Pengprov Muaythai Aceh, Muhammad Saleh menyebutkan, kalau Lisnobel dan Masykur akan terus dipantau pihak pusat. Sebab, keduanya akan dipersiapkan untuk sejumlah kejuaraan seperti di Romania, Thailand, dan juga Indonesia. Bahkan, mereka ini tetap memiliki peluang membela Indonesia di pentas Asian Games ataupun Sea Games.

Persiapan Jangka Panjang

Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) tengah mempersiapkan sebanyak delapan atlet untuk tampil di kejuaraan European, Rumania, September mendatang. Ketua Umum PB MI, Syaffrudin menilai bahwa pengiriman atlet dilakukan untuk mempersiapkan kemampuan dari segi teknik dan pengalaman.

“Kita mempersiapkan atlet untuk jangka panjang. Ini merupakan target terdekatnya,” terangnya. Menurutnya, atlet yang dipersiapkan kini sebanyak 24 orang.

Sebelumnya, Indonesia meraih prestasi dan berada di posisi kedua dari klasemen di kejuaraan Miracle Muaythai World Muathay Championship, The Amatir/Pro Am pada 13-23 Agustus, di National Stadium Bangkok, Thailand. Dalam kejuaraan yang diikuti 40 negara ini, para atlet muaythai Indonesia berhasil merebut tiga emas dan tujuh perak.

“Ini prestasi yang menggembirakan meski baru langkah awal. Target kita masih sangat panjang. Ada kejuaraan di Eropa, serta yang paling penting kejuaraan Asia di Indonesia nanti. Kita harus mempersiapkan semua, bahkan salah satu caranya dengan menyewa pelatih asing dari Thailand, Dhanasuk Chootap,” imbuh Manajer Muaythai Indonesia, Jonathan Tahir.

Khusus di kejuaraan European, Rumania nanti, para atlet Indonesia akan bertanding di delapan nomor, yaitu kelas 75 kg, 71 kg, 67 kg, 60 kg, 57 kg, dan 54 kg. Nantinya, kedelapan atlet akan fokus melakukan pemusatan latihan di Senayan, hingga pemberangkatan nanti.

“Tantangan di Rumania akan berat, kita tidak akan membebankan para atlet untuk meraih target, karena lawan sangat berkualitas. Kita hanya berharap mereka bisa meraih prestasi semaksimal mungkin,” tambah Jonathan.

Bangun Negeri, Bijakkan Bangsa