Mahasiswa Pascasarjana UBBG Kunjungi DPRK Banda Aceh, Perkuat Implementasi Pembelajaran dan Permainan Tradisional Aceh

7 Juli 2026 | BBG News

BANDA ACEH, BBG NEWS–Program Pascasarjana Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan berorientasi pada capaian pembelajaran melalui kunjungan akademik mahasiswa ke DPRK Kota Banda Aceh, Senin, 6/7/2026).

Kegiatan yang merupakan implementasi pembelajaran mata kuliah Program Pascasarjana ini didampingi oleh dosen pengampu, Dr. Zikrur Rahmat, M.Pd.,  dan Dr. Irfandi, M.Or.  Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua II DPRK Kota Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, S.Pd., M.Pd., yang mengajak mahasiswa berdiskusi mengenai berbagai isu strategis pendidikan serta pentingnya pelestarian permainan tradisional Aceh sebagai bagian dari penguatan karakter generasi muda.

Mengusung tema “Implementasi Pembelajaran Mata Kuliah Program Pascasarjana Universitas Bina Bangsa Getsempena dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas dan Berorientasi pada Capaian Pembelajaran,” Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada mahasiswa melalui interaksi dengan pemangku kebijakan di bidang pemerintahan dan pendidikan.

Kegiatan kunjungan akademik ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari tiga program studi di lingkungan Program Pascasarjana Universitas Bina Bangsa Getsempena, yaitu Prodi Magister Pendidikan Jasmani, Program Studi Magister Penjaminan Mutu Pendidikan, dan Program Studi Magister Pendidikan Dasar. Kehadiran mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu tersebut mencerminkan komitmen Program Pascasarjana UBBG dalam membangun kolaborasi akademik lintas program studi untuk memperkaya perspektif dalam mengkaji isu-isu strategis, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan, peningkatan mutu pendidikan, serta pelestarian permainan tradisional Aceh sebagai bagian dari penguatan pendidikan berbasis kearifan lokal.

Dalam diskusi, Dr. Musriadi Aswad menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghasilkan kajian ilmiah yang dapat dijadikan dasar dalam penyusunan kebijakan pendidikan. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat agar kebijakan yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Selain membahas isu pendidikan, diskusi juga mengangkat pentingnya pelestarian permainan tradisional Aceh sebagai warisan budaya yang memiliki nilai edukatif tinggi. Permainan tradisional dinilai mampu membentuk karakter peserta didik melalui penguatan nilai-nilai sportivitas, kerja sama, disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Oleh karena itu, permainan tradisional memiliki potensi besar untuk diintegrasikan ke dalam pembelajaran sebagai bagian dari implementasi pendidikan berbasis kearifan lokal.

Mahasiswa Pascasarjana UBBG memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog secara aktif mengenai berbagai tantangan pendidikan, inovasi pembelajaran, peningkatan mutu pendidikan, serta strategi pelestarian budaya lokal melalui dunia pendidikan. Diskusi berlangsung secara dinamis dan memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam memahami proses penyusunan kebijakan publik dari perspektif lembaga legislatif.

Dosen pengampu mata kuliah, Dr. Zikrur Rahmat, M.Pd. menyatakan bahwa kegiatan pembelajaran di luar kelas seperti ini merupakan bagian dari strategi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam memahami proses perumusan kebijakan sehingga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, komunikasi, serta pemecahan masalah.

Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Irfandi, M.Or. Menurutnya, pembelajaran yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan akan memperluas wawasan mahasiswa terhadap implementasi ilmu yang dipelajari di bangku perkuliahan. Sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga legislatif menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang mampu menghasilkan gagasan inovatif dalam mendukung pengembangan pendidikan di Aceh.

Sementara itu, Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Program Pascasarjana Universitas Bina Bangsa Getsempena, Dr. Didi Yudha Pranata, M.Pd. menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata kebijakan akademik Program Pascasarjana yang mengedepankan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) yakni pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan.

Menurutnya, pembelajaran pada jenjang magister harus mampu memberikan pengalaman akademik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan kebijakan publik.

“Program Pascasarjana UBBG terus mendorong proses pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa melalui interaksi dengan para pemangku kepentingan. Kunjungan akademik ini menjadi media bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori, hasil penelitian, dan praktik kebijakan publik sehingga capaian pembelajaran mata kuliah dapat diwujudkan secara optimal. Kami berharap mahasiswa mampu menjadi akademisi, peneliti, dan calon pemimpin yang memiliki kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, serta mampu memberikan rekomendasi ilmiah dalam menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan di Aceh maupun Indonesia,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian dari strategi Program Pascasarjana UBBG dalam memperkuat jejaring kelembagaan dengan berbagai instansi pemerintah, sehingga mahasiswa memiliki kesempatan untuk memahami implementasi kebijakan secara langsung dan menghasilkan karya akademik yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui kegiatan kunjungan akademik ini, Program Pascasarjana Universitas Bina Bangsa Getsempena kembali menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkualitas, inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran. Sinergi antara perguruan tinggi dan DPRK Kota Banda Aceh diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pelestarian permainan tradisional Aceh sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

#ubbgbermutu
#ubbgmaju
#diktisaintekberdampak
#kampusberdampak
partner-1
partner-2
partner-3
partner-4
partner-5
partner-6
partner-7
partner-8
partner-9
partner-10
partner-11
partner-12
partner-13
partner-14
partner-15
Layanan Pengaduan lapor.bbg.ac.id
Skip to content