Ketua STKIP BBG Teken MoU dengan YPKI

10 Juni 2015 | BBG News

PDF version

Banda Aceh, BBG News – Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bina Bangsa Getsempena (STKIP BBG) Lili Kasmini, M.Si., serta didampingi oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni, Regina Rahmi, M.Pd., menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) antara STKIP BBG dan Yayasan Penyuluhan Kanker Indonesia (YPKI). Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Yayasan Penyuluhan Kanker Indonesia Cabang Banda Aceh, Halimatun Sakdiah dan didampingi oleh beberapa stafnya. Penandatangan tersebut berlangsung di ruang kerja ketua STKIP BBG, Banda Aceh, Rabu (10-6).

Adanya kerja sama kedua lembaga tersebut diharapkan memberikan manfaat yang besar terutama bagi mahasiswa. Hal ini dikatakan oleh Regina Rahmi, seusai penandatanganan Mou antar-kedua lembaga tersebut.

Regina menambahkan program selanjutnya yang akan dilakukan oleh YPKI adalah pengkaderan penyuluh kanker. Mahasiswa STKIP BBG yang ingin menjadi penyuluh kanker silakan mendaftar di YPKI sehingga dapat menjadi mentor dalam berbagai penyuluhan.

“Sebenarnya kerja sama ini sudah lama ingin kita jalin, akan tetapi karena berbagai kendala baru hari ini dilakukan penanda tangan MoU. Khususnya di STKIP BBG, di sini banyak mahasiswi. Dengan adanya kerja sama seperti penyuluhan yang telah diadakan pada 21 April lalu, mahasiswi dapat mengenali kanker secara dini,” kata Regina.

Di waktu yang bersamaan, Kepala Yayasan Penyuluhan Kanker Indonesia Cabang Banda Aceh, Halimatun Sakdiah mengharapkan kerja sama ini terus berlanjut dan membawa manfaat bagi semua. Selain itu, Halimatun juga mengingatkan kepada mahasiswa untuk menjaga pola makan sehingga tidak mudah terkena kanker.

“STKIP BBG merupakan Perguruan Tinggi Swasta yang pertama kali kami jalin kerja sama. Kami mengharapkan kerja sama ini terus berlanjut. Kami menghimbau kepada mahasiswa agar menjaga pola makan terutama makanan yang dikonsumsi agar tidak terkena kanker. Terkait jumlah penderita kanker pada kalangan mahasiswa, kami belum bisa memastikan jumlah,” ungkapnya.

Bangun Negeri, Bijakkan Bangsa