Kehadiran Prodi PBSA UBBG sebagai Upaya Pelestarian Bahasa Daerah di Tengah Arus Modernisasi

12 Juni 2026 | BBG News

Nurul Safitri, Tenaga Kependidikan UBBG

Bahasa daerah merupakan identitas, kebanggaan, sekaligus warisan budaya yang harus dijaga keberlangsungannya. Di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi yang semakin pesat, keberadaan bahasa daerah menghadapi tantangan yang tidak ringan. Generasi muda kini lebih akrab dengan bahasa nasional maupun bahasa asing, sehingga penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari semakin berkurang. Kondisi ini menjadi salah satu alasan penting lahirnya Program Studi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh (PBSA) di Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG).

Ketua Prodi PBSA UBBG Regina Rahmi, M.Pd. menjelaskan bahwa Program Studi ini hadir sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan bahasa serta Sastra Aceh melalui jalur pendidikan tinggi. Kehadiran prodi ini tidak hanya bertujuan mencetak lulusan yang kompeten di bidang pendidikan, tetapi juga menghasilkan generasi yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan bahasa dan budaya Aceh.

Menurut Regina, keberadaan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh menjadi sangat penting bagi masyarakat Aceh karena bahasa merupakan salah satu unsur utama pembentuk identitas suatu bangsa dan daerah. Ketika bahasa mulai ditinggalkan oleh penuturnya, maka budaya yang terkandung di dalamnya juga berpotensi ikut memudar.

Urgensi tersebut semakin diperkuat oleh berbagai hasil penelitian yang menunjukkan adanya penurunan penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda. Bahkan, kajian yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional menunjukkan bahwa bahasa Aceh menghadapi tantangan serius dalam upaya pelestariannya. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa pelestarian bahasa Aceh tidak dapat dilakukan secara sporadis, melainkan membutuhkan peran lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi pelestari bahasa dan budaya secara berkelanjutan.

Salah satu keunggulan yang dimiliki Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh UBBG adalah statusnya sebagai Program Studi bahasa daerah pertama yang hadir di Aceh. Keberadaan prodi ini menjadi langkah strategis dalam mendukung upaya pelestarian bahasa daerah yang saat ini juga menjadi perhatian dan fokus nasional. Dengan landasan yuridis, filosofis, dan akademik yang kuat, PBSA UBBG hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang berorientasi pada pelestarian budaya lokal tanpa mengabaikan perkembangan zaman.

Keunggulan lainnya terletak pada kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Prodi ini diperkuat oleh dosen-dosen yang kompeten dan berpengalaman di bidang bahasa, sastra, dan pendidikan, yaitu Khairul Fajry, S.Pd., M.A., Imelda Hutabarat, S.Pd., M.Pd., Regina Rahmi, M.Pd., dan Ifutya Warnisa, M.Pd. Kehadiran para akademisi tersebut menjadi modal penting dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Selain itu, proses pembelajaran juga didukung oleh berbagai praktisi lokal yang aktif dalam bidang bahasa, sastra, dan budaya Aceh sehingga mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih luas dan aplikatif.

Di era digital saat ini, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh UBBG juga terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pemanfaatan platform pembelajaran digital dilakukan secara optimal untuk mendukung proses belajar mengajar. Sistem pembelajaran berbasis SPADA tidak hanya digunakan sebagai media absensi, tetapi juga dimanfaatkan untuk penyelenggaraan kuis, evaluasi pembelajaran, diskusi daring, penyebaran materi kuliah, hingga berbagai aktivitas akademik lainnya. Langkah ini menunjukkan bahwa pelestarian bahasa daerah dapat berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi.

Pemanfaatan teknologi digital juga menjadi strategi penting untuk memperkenalkan bahasa dan sastra Aceh kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik zaman. Melalui berbagai media digital, mahasiswa didorong untuk menghasilkan karya, melakukan dokumentasi budaya, serta mengembangkan berbagai inovasi yang berkaitan dengan bahasa dan sastra Aceh.

Lebih dari sekadar mencetak tenaga pendidik, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh UBBG memiliki visi untuk melahirkan generasi yang mampu menjadi pelestari bahasa, sastra, dan budaya Aceh. Mahasiswa dibekali tidak hanya dengan kompetensi pedagogis, tetapi juga dengan pemahaman mendalam mengenai nilai-nilai budaya lokal yang hidup di tengah masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, prodi secara rutin menyelenggarakan program story lecture setiap semester. Kegiatan ini menghadirkan praktisi, budayawan, penulis, serta tokoh-tokoh yang memiliki kontribusi dalam pengembangan bahasa dan sastra Aceh. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan kesempatan belajar langsung dari para pelaku budaya sehingga wawasan mereka tidak hanya terbatas pada teori yang dipelajari di ruang kelas.

Keberadaan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh UBBG menjadi bukti bahwa pelestarian bahasa daerah dapat dilakukan secara sistematis melalui pendidikan tinggi. Dengan dukungan dosen yang kompeten, pemanfaatan teknologi digital, serta berbagai program penguatan budaya yang berkelanjutan, prodi ini hadir sebagai ruang bagi generasi muda Aceh untuk menjaga warisan leluhur sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Di tengah dunia yang terus berubah, bahasa dan budaya daerah tidak boleh hanya menjadi kenangan. Melalui Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh UBBG, generasi muda diajak untuk menjadi bagian dari gerakan pelestarian budaya yang tidak hanya menjaga identitas Aceh hari ini, tetapi juga mewariskannya kepada generasi-generasi yang akan datang. Dengan demikian, bahasa Aceh akan tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat Aceh di masa depan.

#ubbgbermutu
#ubbgmaju
#diktisaintekberdampak
#kampusberdampak
partner-1
partner-2
partner-3
partner-4
partner-5
partner-6
partner-7
partner-8
partner-9
partner-10
partner-11
partner-12
partner-13
partner-14
partner-15
Layanan Pengaduan lapor.bbg.ac.id
Skip to content