Hikmah Dibalik Pandemi

2 Juni 2020 | BBG News

PDF version

       Oleh: Dr. Maulizan Z.A, M.Pd.

 Masyarakat Dunia hingga saat ini masih trauma dengan berita wabah yang sangat menakutkan. WHO menetapkan wabah ini sebagai pandemi Global pada tanggal 11 Maret 2020. Baru baru ini Indonesia kembali mengumumkan adanya penambahan kasus baru virus Corona COVID-19. Saat ini sebanyak 415 kasus baru positif sehingga total ada 23.165 kasus. Hingga Senin (25/5/2020), ada sebanyak 5.877 orang yang sembuh dan 1.418 meninggal dunia (health.detik.com).

 Banyak pakar berusaha memberikan pandangan dengan argumen yang beragam terhadap dampak yang ditimbulkan oleh keganasan wabah ini. Selain menimbulkan dampak negatif, wabah ini juga memberikan dampak positif bagi kita semua. Pertama, adanya pandemi covid-19 memberikan hikmah yang luar biasa bagi kita. Karena Covid 19, pembelajaran yang seharusnya dilakukan di sekolah terpaksa dilakukan di rumah. Pembelajaran semacam ini dapat membuat orang tua lebih peduli dan mudah dalam mengontrol atau mengawasi terhadap perkembangan belajar anak secara langsung. Orang tua lebih mudah dalam membimbing dan mengawasi belajar anak dirumah. Hal tersebut akan menimbulkan komunikasi yang lebih intensif dan akan menimbulkan hubungan emosional yang lebih erat antara anak dan orang tua. Maka, terwujudlah peran orang tua sebagai orang pertama yang sangat menentukan dalam pendidikan si anak.

 Kedua, Pandemi telah mengajari dan meningkatkan kesadaran orang tua tentang bagaimana cara mendidik anak-anak mereka dalam belajar. Dimasa covid ini ada orang tua yang suka marah-marah mendapati anaknnya yang susah diatur ketika belajar. Kejadian ini memberikan manfaat positif pada orang tua bahwa mendidik ternyata tidak mudah, diperlukan ilmu dan kesabaran. Dengan demikian, akan tercipta hubungan erat antara orang tua dan guru, karena orang tua telah menyadari terhadap tugas yang dipikul guru dalam mendidik tidaklah mudah.

 Ketiga, covid 19 dapat meningkatkan kepekaan sosial. Hal ini terlihat dari banyaknya komunitas, lembaga swasta dan pemerintah yang ikut prihatin dan melakukan aksi terhadap sesama baik untuk tenaga medis dengan membantu Alat Pelindung Diri (APD), maupun membantu sembako kepada masyarakat miskin yang terkena dampak Covid 19. Tidak sampai disitu saja, Presiden Jokowi ikut mengeluarkan pernyataan “Saya menekankan solidaritas sesama anak bangsa dibutuhkan di tengah masa sulit saat ini”, ujar Jokowi.   Presiden juga mencontohkan  seorang warga yang terkena covid-19. Tetangganya pun membantu dan tidak mengucilkannya. Ini menjadi contoh yang harus ditiru. (https://mediaindonesia.com).

 Terakhir, Covid-19 telah memaksa mayarakat dunia untuk menahan diri berkumpul bersama. Dengan demikian, kita akan memiliki waktu lebih banyak yang bisa kita gunakan untuk lebih mendekatkan diri dan bermunajad kepada sang Khaliq, Dzat yang telah menciptakan segalanya. Mari kita gunakan waktu luang kita untuk melakukan ibadah yang selama ini tertunda akibat dari kesibukan. Kita harus iri  terhadap saudara kita yang sukses memanfaatkan waktu luangnya khususnya selama masa Covid-19 untuk memperdalam ilmu agama mereka. Hal ini akan berdampak positif bagi pribadi bersangkutan dalam menyikapi segala masalah terutama wabah mematikan ini. Terus belajar menggali ilmu baru dari berbagai sumber, baik melalui Tausiah, membaca kitab kuning jika mampu, dan membaca kitab tafsir Al Quran sehingga makna yang terkandung di dalamnya senantiasa kita pahami. Dengan harapan, kita akan mendapatkan ilmu dan juga mendapat ketenangan jiwa yang tidak akan diciderai oleh apapun. Mudah-mudahan Pandemi demi kita ini bermanfaat bagi kita semua terutama saya pribadi.

Dr. Maulizan Z.A, M.Pd, Dosen Pendidikan Bahasa Inggris STKIP BBG

Bangun Negeri, Bijakkan Bangsa