Forum OSIS Banda Aceh (FOBA) Dikukuhkan

24 November 2014 | BBG News

Banda Aceh, BBG NEWS – Sebanyak 40 ketua OSIS dari SMA/MA se-Banda Aceh dikukuhkan sebagai Duta Demokrasi di Aula Gedung STKIP BBG, Senin (24/11). Pengukuhan tersebut ditandai dengan penyematan pin oleh Ketua Lembaga riset Natural Aceh Zainal Abidin Suardja M.Pd.

Acara ini terselenggara atas kerjasama Lembaga riset Natural Aceh dengan program studi PBSID dan PGSD STKIP BBG. Pengukuhan Duta Demokrasi tersebut dirangkai dengan acara seminar dengan tema “Inisiasi Nilai-Nilai Demokrasi untuk Peningkatan Partisipasi, Kesadaran dan Keterlibatan Generasi Muda dalam Pembangunan Demokrasi”. Tampil sebagai narasumber Koordinator PEKA (Pengembangan Komunitas) Aceh Asyraf Fuady, Dosen Prodi Pendidikan Matematika STKIP BBG Rita Novita M.Pd dan Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan STKIP BBG Regina Rahmi M.Pd.

“Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman demokrasi para siswa dari pengalaman mereka dalam berbagai pengambilan keputusan kolektif, mengenai masalah-masalah yang mempengaruhi sekolah dan komunitasnya. Melalui acara ini, kita juga akan membentuk atau menghidupkan kembali forum OSIS SMA/MA se-Banda Aceh,” kata ketua Natural Aceh Zainal Abidin Suardja M.Pd.

Ketua STKIP BBG, yang diwakili oleh Pembantu Ketua Bidang Akademik Rita Novita M.Pd, dalam sambutannya mengungkapkan, dijadikannya siswa sebagai Duta Demokrasi karena siswa merupakan generasi muda dan agen perubahan. Siswa juga masih mempunyai idealisme yang kuat. “Mereka merupakan pemilih pemula yang masih punya idealisme, dan jauh dari kepentingan politik. Kami berharap para siswa Duta Demokrasi ini bisa mengambil manfaat dari acara ini sehingga ketika kembali nantinya menjadi wakil dari sekolah masing-masing bisa membawa efek positif bagi teman-teman maupun sekolah mereka,” tandas Rita.

Kegiatan ini dilaksanakan karena sebuah keinginan bersama menggapai satu visi dan misi serta berusaha mewujudkan pelajar Banda Aceh yang aktif, kritis, inovatif dan berbudi pekerti yang baik, dan kemudian melahirkan generasi muda yang memiliki skill leadership yang tinggi untuk nantinya dapat membawa Banda Aceh ke arah yang lebih baik tanpa melepaskan aspek religi dan budaya.

 

Jalannya kegiatan ini sangatlah luar biasa. Oleh karena ini merupakan angkatan pertama, maka pihak panitia menjelaskan terlebih dahulu tentang Forum OSIS Banda Aceh (FOBA). Kemudian setelah itu para peserta menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tentang Forum OSIS Banda Aceh agar dapat melengkapi syarat-syarat legalitas dan segera mengesahkan Forum OSIS Banda Aceh itu sendiri.

Selain itu, pihak panitia acara juga mengumumkan para pemenang Sayembara Penulisan Artikel bertema demokrasi yang menggambarkan pandangan, harapan dan konsep demokrasi di kalangan generasi muda. diikuti oleh siswa SMA/MA se-Banda Aceh.

Sekolah merupakan tonggak dasar penanaman budaya demokrasi bagi generasi penerus bangsa, karena disinilah mereka bertemu dengan berbagai macam pikiran-pikiran, watak, karakter, budaya, dan agama. Melalui OSIS yang merupakan wadah organisasi yang diperuntukkan untuk siswa dan dalam kegiatan OSIS sendiri itu sudah bisa mencerminkan kultur budaya demokrasi khususnya dalam ruang lingkup sekolah.

Pengembangan nilai-nilai demokratis di sekolah perlu diterapkan untuk menghadapi era globalisasi yang kini diyakini akan menghadirkan banyak perubahan global seiring dengan akselerasi keluar masuknya berbagai kultur dan peradaban baru dari berbagai bangsa di dunia. Itu artinya, dunia pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia yang bermutu dan profesional harus menyiapkan generasi yang demokratis, sehingga memiliki resistence yang kokoh di tengah-tengah konflik peradaban.

Bangun Negeri, Bijakkan Bangsa