BANDA ACEH, BBG NEWS– Dosen UBBG Banda Aceh mengikuti seminar Perhimpunan Penulis Sastera Wanita Se-Nusantara. Kegiatan berlangsung di Hotel Noble Melaka, 2-3 Agustus 2025.
Acara bertema Pengarangan Wanita Dalam Era Baharu di Malaka diikuti sekira 200 orang penulis dari Malaysia, Thailand Selatan, Brunei Darussalam, Singapura, dan Indonesia.
Zahraini mengatakan dari Indonesia diikuti dua organisasi seniman (sastra). Pertama organisasi seniman (sastra) dari Aceh, atas nama Majelis Seniman Aceh (MaSA), yang diikuti Siti Rahmah, Syafwina, Zahraini, Mahdalena, dan Thayeb Loh Angen. Kedua, Organisasi seniman (sastra) dari Jakarta yang diikuti oleh Ketua Yayasan Obor Indonesia Kartini Nurdin.
Acara ini diselenggarkaan oleh dua organisasi GAPENA (gabungan Persatuan Penulis Nasional) dan Ikatan Persuratan Melayu (IPM), serta didukung oleh Kerajan Negeri Melaka, Dewan Bahasa dan Pustaka, Jabatan Kebudayaan dan Kesenian Negara Melaka.
Tahun ini IPM merayakan HUT ke 75. Acara untuk merayakan ulang tahun ke-75 IPM digabungkan dengan acara Himpunan Penulis Sastera Wanita se-Nusantara.
“Tahun depan perhimpunan penulis wanita ini direncanakan akan diadakan di Kuching, Sarawak dan diselenggarakan oleh persatuan PESAKA. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua 1 IPM Abdul Razak Adam,” ujar Zahraini.
Zahraini menyatakan acara yang dihadiri perwakilan penulis dari lima negara tersebut menghasilkan beberapa Keputusan yakni (1) Sekretariat penulis wanita nusantara harus berpusat di GAPENA; (2). Memberikan mandat kepada GAPENA untuk merancang dan melaksanakan kaedah pelaksanaan selanjutnya; (3). Memanfaatkan teknologi dan media baru dalam membangun wadah penulisan wanita se Nusantara; (4). Menggerakan berbagai citra sebagai ruang kesepakatan, sehingga akhirnya mencapai kesepakatan antar negara anggota; (5). Melestarikan kearifan setempat sebagai sumber inspirasi karya.
“Setelah mengikuti acara di Melaka, kami mengunjungi Makan ulama dan sastrawan besar Aceh, Syamsuddin As-Sumatrani, yang syahid di Malaka dalam perang mengusir Portugis di Melaka. Setelah itu kami menginap dua malam di Kuala Lumpur dan balik ke Aceh pada 5 Agustus 2025,” ujarnya Zahraini.
#ubbghebat
#diktisaintekberdampak
#kampusberdampak



















