BBG FC Rayakan Kemenangan Melawan Poltekkes Lewat Drama Penalti

2 Mei 2016 | BBG News

PDF version

BANDA ACEH, BBG NEWS—BBG FC, Klub sepak bola STKIP Bina Bangsa Getsempena ikut ambil bagian pada Piala Abot Cup 2016. Laga perdana Abot Cup,  BBG FC berhadapan dengan  kesebelasan tim Poltekes Aceh. Dua pemain Poltekes Aceh merupakan  pemain Persiraja. Pertandingan  berlangsung Senin (2/5). Stadion Mini Unsyiah menjadi saksi bisu laga paling mendebarkan antara dua tim raksasa kampus pada musim ini. Bahkan, Sahabul Adri sang pelatih BBG FC mengambil kebijakan yang sangat tegas yakni apabila BBG FC kalah,  para pemain harus pulang tanpa mengunakan pakaian

Pada babak pertama, tim Poltekes Aceh berhasil membobol gawang kesebelasan BBG FC. Akibatnya konsentrasi tim besutan Sahabul Adri semakin kacau. Serangan lawan pun kerap mengancam pertahanan BBG FC. Mereka tidak mampu membalas satu serangan pun sampai turun minum.  Pada waktu turun minum, sang pelatih memberi motivasi bahwa pemain  tidak boleh kenal lelah, pantang menyerah, hadapi lawan, pemain BBG FC pasti bisa mengejar ketertinggalan.

Pertandingan menegangkan terjadi pada babak kedua. Antara kedua tim ini saling membalas serangan dan mencetak gol. Boyhaqi, pemain BBG FC mencetak gol pada menit ke-55,  namun kesebelasan Poltekes kembali membobol gawang BBG FC pada menit ke 62. Selanjutnya, Antonio, gelandang BBG FC  membobol gawang Poltekes pada menit-menit terakhir hingga pertandingan berakhir imbang. Kedudukan menjadi 2-2.

Laga semakin seru dengan drama adu penalti untuk menentukan tim yang akan masuk babak selanjutnya. Pada babak ini, Oka, kiper tangguh BBG FC akhirnya berhasil menahan tendangan lawan setelah beberapa kali gagal sehingga tim besutan Sahabul Adri tersebut meraih kemenangan.

Sahabul Adri, sang pelatih sangat berkesan ketika pemain menang pada drama penalti ia hingga diangkat oleh pemain BBG FC. Ia menyatakan bahwa kemenangan yang diraih ini berkat usaha dan kerja keras dari pemain dan dukungan suporter yang hadir di Stadion Mini. “Permasalahan yang timbul adalah pemain kesebelasannya mengalami beban psikis,”ujarnya.

Manajer tim Achyar Munandar dan Didi Yudha Pranata mengapresiasi Sahabul Adri atas perannya dalam memotivasi pemain dalam keadaan tertinggal. “Di situ perannya seorang pelatih,” ujar Didi.

Antonio, gelandang BBG FC menyatakan bahwa bahwa kemenangan ini untuk sang pelatih. “Saya tidak sanggup melihat Pak Abul menelan kekalahan,” ujarnya.

Bangun Negeri, Bijakkan Bangsa