386 Lulusan BBG Diwisuda, Ini Pesan Ketua LL Dikti untuk Para Wisudawan

12 Maret 2020 | BBG News

PDF version

BANDA ACEH, BBG NEWS–Sebanyak 386 lulusan BBG diwisuda. Kegiatan berlangsung di AAC Dayan Dawood Banda Aceh, Kamis (12 Maret 2020). Miksalmina, M.Mat, Wakil Ketua I STKIP BBG Banda Aceh melaporkan bahwa dari 386 lulusan tersebut dengan rincian Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia 46 lulusan, Pendidikan Matematika 82 lulusan, Pendidikan Bahasa Inggris 25 lulusan, Pendidikan Jasmani 44 lulusan, PGSD 66 lulusan, dan PG PAUD 123 lulusan. Selain itu, ada lulusan terbaik (cumlaude) sebanyak 12 orang.

Dr.Lili Kasmini, M.Si. Ketua STKIP BBG dalam sambutannya menyatakan bahwa di usia STKIP BBG yang sudah 17 tahun telah banyak capaian luar biasa yang diraih. Capaian tersebut mendapat diantaranya penghargaan dosen terbaik dari LL Dikti Wilayah XIII, medali yang diraih atlet tingkat nasional, Juara NUDC tingkat Aceh, di bidang penelitian juga naik kelas dari klaster binaan ke klaster madya. Dari prestasi inilah BBG dapat meraih penghargaan  PTS terbaik dua tahun berturut-turut. Pencapaian yang kita dapat hari ini tentu dengan usaha keras bersama dosen, karyawan, alumni, dan mahasiswa.

“Tentu saja pencapaian ini tidak lepas dari peran lulusan yang diwisuda hari ini. Harapan kami setelah jadi alumni terus memberikan kontribusi positif untuk kampus tercinta. Tunjukkan juga dedikasi kalian untuk masyarakat,”pungkasnya.

Ir. H. Hidayatullah Daud, M.T. Pembina yayasan menyatakan bahwa perkembangan dunia sangat pesat sekarang. Industri era 4.0 belum sepenuhnya kita pahami sekarang sudah industri era 5.0. Oleh karena itu, para sarjana baru dituntut untuk belajar ekstra. Justru ketika menjadi sarjana yang profesional jam belajar harus ditingkatkan, kalau tidak tentu akan menjadi sarjana tradisional. Selain itu, kemampuan bahasa Inggris dan informatika harus ditingkatkan karena kalian adalah lini terdepan pengembangan sumber daya manusia. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua lulusan yang telah mempercayakan BBG sebagai tempat anaknya menuntut ilmu.

” Insya Allah April ini STKIP BBG akan membuka program PPG. Kita harapkan kalian kembali ke kampus lanjutkan PPG. Menjadi guru ke depan tidak cukup dengan sarjana tetapi harus memiliki sertifikat profesi. Alhamdulillah STKIP BBG juga akan berubah menjadi universitas tahun ini. Kalau jadi, ini akan menjadi wisuda terakhir sekolah tinggi BBG,”pungkasnya yang disambut tepuk tangan riuh wisudawan.

Prof. Dr. Faisal Rani, S.H., Ketua LL Dikti Wilayah XIII dalam sambutannya menyatakan bahwa cara atau metode pendidikan kita belum mengantisipasi kemelut dunia pendidikan. Bisa jadi selain kendala ada dalam pembelajaran juga masalah pada guru. Seyogianya guru adalah seorang pendidik. Tugas pendidik adalah membentuk kepribadian anak didik. Tentu saja tugas yang diemban pendidik sangat berat. Itulah bedanya pendidik dengan pengajar. Kalau pengajar tugasnya adalah mentransfer ilmu. Sedangkan pendidik adalah selain mengajar juga membentuk karakter kepribadian peserta didik karena tujuan pendidikan menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah swt. Ini yang penting bagi guru. Pelajaran-pelajaran mengelola murid yang baik tentu tidak mudah dipraktekkan.  Saya menitip harapan kepada kepada para lulusan. Didiklah anak didik dengan hati. Perkembangan teknologi yang begitu pesat telah membawa perubahan besar yang tentu saja berdampak bagi perubahan perilaku anak.

“Tanamkan jiwa guru. Menjiwai dan memiliki tanggung jawab. Sekali lagi kami menyampaikan selamat kepada wisudawan. Jadilah lulusan yang profesional dan berakhlak mulia,”pungkasnya.

Sarti Wahyuni, perwakilan wisudawan menyatakan bahwa hari ini merupakan hari bersejarah bagi wisudawan. Suatu kehormatan bagi kami dapat berdiri di sini. Suatu hal yang kami impikan. BBG adalah rumah kedua yang menjadi ladang insprasi dan inovasi. Semuanya kami lakukan untuk marwah BBG. Kami berangkat dari berbagai perbedaan. namun hal itu tidak menyurutkan kami untuk berjuang menuntut ilmu dan memberikan desikasi yang baik untuk masyarakat. Terima kasih kepada bapak/ibu dosen atas ilmu yang tiada pamrih Bapak/Ibu berikan. Banyak pelajaran berharga yang kami dapatkan.

Bangun Negeri, Bijakkan Bangsa