BANDA ACEH, BBG NEWS–Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) menggelar kegiatan pelepasan dan pembekalan ratusan mahasiswa yang akan mengikuti program Asistensi Mengajar Tahun 2026. Para mahasiswa tersebut nantinya akan ditempatkan di puluhan sekolah yang tersebar di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.
Kegiatan berlangsung di Plenary Hall UBBG, Senin (24/8/2026), dan diikuti oleh para mahasiswa peserta program, pimpinan universitas, jajaran Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta pengelola program Kampus Berdampak.
Wakil Rektor I UBBG, Prof. Dr. Rita Novita, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa program Asistensi Mengajar merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa di luar kampus. Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama mengikuti perkuliahan.
“Program ini bukan hanya tentang mahasiswa datang ke sekolah untuk membantu proses pembelajaran, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar secara langsung dari lingkungan sekolah. Karena itu, jagalah nama baik UBBG, tunjukkan sikap profesional, disiplin, dan bertanggung jawab selama berada di sekolah,” ujar Prof. Rita.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mampu membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan kepala sekolah, guru pamong, tenaga kependidikan, peserta didik, serta seluruh warga sekolah.
Menurutnya, pengalaman selama melaksanakan asistensi mengajar diharapkan dapat memperkuat kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian mahasiswa sebagai calon pendidik.
Sementara itu, Dekan FKIP UBBG yang dalam kesempatan tersebut diwakili Wakil Dekan, Ahmad Nasriadi, M.Pd., mengatakan bahwa mahasiswa harus menjadikan program Asistensi Mengajar sebagai ruang untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi positif bagi sekolah tempat mereka ditugaskan.
“Mahasiswa harus mampu menjaga etika dan kedisiplinan. Ketika berada di sekolah, saudara bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta UBBG,” kata Ahmad Nasriadi.
Ia berharap para mahasiswa dapat beradaptasi dengan cepat, memahami karakteristik sekolah, serta mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Selain melaksanakan tugas utama, mahasiswa juga diharapkan aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah dan membangun hubungan yang harmonis dengan warga sekolah.
Pada kesempatan yang sama, Kepala UPT Kampus Berdampak UBBG, Ns. Eridha Putra, S.Kep., M.Kep., menyampaikan bahwa kegiatan pembekalan menjadi tahapan penting sebelum mahasiswa diterjunkan ke sekolah.
Menurut Eridha Putra, pembekalan diberikan untuk memastikan mahasiswa memiliki pemahaman mengenai tugas, tanggung jawab, tata tertib, serta mekanisme pelaksanaan Asistensi Mengajar selama berada di sekolah mitra.
“Mahasiswa harus mempersiapkan diri dengan baik. Pahami tugas yang diberikan, jaga komunikasi dengan pihak sekolah, dan jangan ragu untuk berkoordinasi apabila menghadapi kendala di lapangan,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Pendidikan Khusus, dan Layanan Khusus, Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada UBBG atas pelaksanaan program Asistensi Mengajar Tahun 2026. Menurutnya, program ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Aceh. Kehadiran mahasiswa di sekolah diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam proses pembelajaran sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi, pengalaman, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan pendidikan.
“Jadikan Asistensi Mengajar ini sebagai kesempatan untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi terbaik bagi sekolah. Jaga sikap, profesionalitas, dan jadilah bagian dari upaya bersama dalam memajukan pendidikan di Aceh,” ujarnya.
#ubbgmaju
#diktisaintekberdampak
#kampusberdampak



















