BANDA ACEH, BBG NEWS–“Hadirnya Prodi Bahasa dan Sastra Aceh di UBBG, terkabulnya angan-angan saya yang terpendam selama lebih 40 tahun,“ demikian disampaikan T Abdullah Sakti (TA Sakti), seniman alih aksara kepada media ini, Rabu, (27/8/2025).
Komentar tersebut disampaikan TA Sakti ketika media ini meminta pendapat terkait dibukanya Prodi S-1 Bahasa dan Sastra Aceh di kampus Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG). TA Sakti mengisahkan sejak membaca Majalah TEMPO tahun 1982, saya sudah “berkhayal “ agar di Aceh pun diwujudkan Fakultas Bahasa dan Sastra Aceh atau paling minim Prodi Bahasa dan Sastra Aceh.
Sebab, menurut Majalah TEMPO itu, bahwa di luar Provinsi Aceh sudah lazim semuanya memiliki fakultas/Prodi bahasa daerah seperti di Universitas Sumatra Utara (USU), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Brawijaya dan lain-lain.
“Nyaris, hanya di Aceh saja yang tidak memiliki fakultas/prodi bahasa dan sastra daerah,“ kenang TA Sakti.
“Mendengar/membaca adanya pembukaan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh di Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG), Banda Aceh, hati saya sangat gembira. Terkabullah angan-angan”terpendam selama lebih 40 tahun,“ ujarnya dengan mata berkaca-kaca menahan rasa haru.
“Semoga, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh di UBBG bisa berkembang maju, di saat bahasa dan sastra Aceh berada dalam kondisi kritis; menjelang punah! Na’uzubillahi min zalik!,“ harapnya.
“Kita berharap pihak Pemerintah Aceh sudi menerbitkan kebijakan dan berbagai solusi demi tegak berdirinya Prodi Bahasa dan Sastra Aceh yang bertuah ini!,“ tutup TA Sakti yang spesialis bidang ahli aksara ini.
#ubbghebat
#diktisaintekberdampak
#kampusberdampak




















