Smart Garden, Inovasi Penyiraman Tanaman Otomatis Mahasiswa pada Expo PEKA.COM UBBG

29 Juni 2026 | BBG News

Laporan: Nurul Safitri

BANDA ACEH, BBG NEWS–Mahasiswa Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) menghadirkan inovasi teknologi melalui proyek “Smart Garden (Penyiraman Pintar)” dalam kegiatan Expo Pergelaran Karya Komputer (PEKA.COM) UBBG, Senin (29/6/2026). Karya ini menjadi salah satu bentuk kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan teknologi sederhana yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pertanian.

Proyek Smart Garden dikembangkan sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi waktu dan mengurangi risiko pekerjaan di lapangan. Melalui alat ini, proses penyiraman tanaman dapat dilakukan secara otomatis sehingga membantu pengguna, terutama petani, dalam merawat tanaman ketika memiliki keterbatasan waktu.

Pemilihan tema penyiraman tanaman otomatis berawal dari pengembangan proyek sebelumnya yang berkaitan dengan sensor penyaringan udara. Dari pengembangan tersebut, tim kemudian memperluas inovasi dengan menciptakan sistem otomatis yang dapat membantu kebutuhan pertanian.

Sistem kerja Smart Garden memanfaatkan beberapa komponen teknologi, di antaranya mikrokontroler ESP32 V1, soil moisture sensor, relay module sebagai saklar otomatis arus listrik, LCD 16×2 (I2C), serta breadboard sebagai media penataan komponen. Sensor kelembapan berfungsi mendeteksi kondisi tanah, sehingga ketika tingkat kelembapan berada di bawah batas yang telah ditentukan, sistem akan secara otomatis mengaktifkan penyiraman.

Saat ini, alat tersebut masih menggunakan sistem kontrol mandiri dan belum terhubung dengan smartphone. Namun, tim pengembang berencana melakukan pengembangan lanjutan agar alat dapat dikontrol dari jarak jauh melalui aplikasi serta memiliki jangkauan yang lebih luas.

Dalam proses pembuatannya, proyek ini dikerjakan selama kurang lebih satu hari. Tahapan pengerjaan meliputi perancangan arsitektur alat sekitar dua jam, pembuatan sistem coding sekitar tiga jam, serta proses perakitan dan penyempurnaan alat selama beberapa jam berikutnya.

Sebanyak 11 anggota tim terlibat dalam pengembangan Smart Garden dengan pembagian tugas yang berbeda. Anjas Maulana bertanggung jawab dalam perakitan alat, Muhammad Asraf mengembangkan sistem coding, sementara Dewi Safira, Shlti Rahima, Aisa Bunga Nirwana, dan Desi Maulana Fitri berperan dalam desain 3D. Selain itu, Mutiara, Mufazzal, Farhan Pasti, Fahrul Ramadhan, dan Muhaimijum bertugas dalam dekorasi stand serta mendukung penyempurnaan tampilan proyek.

Selama proses pembuatan, tim menghadapi beberapa kendala seperti gangguan jaringan saat melakukan pemrograman, sensor kelembapan yang mengalami kendala, serta kesulitan dalam mencari bahan pendukung. Untuk mengatasi hal tersebut, tim melakukan perbaikan jaringan menggunakan fasilitas pribadi agar proses pengembangan dapat berjalan lebih baik.

Melalui Smart Garden, tim berharap teknologi ini dapat memberikan manfaat berupa penghematan waktu, tenaga, dan penggunaan air yang lebih efisien. Sistem otomatis yang diterapkan memungkinkan penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan tanaman sehingga dapat membantu petani maupun perusahaan pertanian dalam meningkatkan efektivitas kerja.

Keikutsertaan Smart Garden dalam Expo dipilih karena proyek ini dinilai sederhana, mudah dikembangkan, serta memiliki potensi manfaat yang luas bagi masyarakat. Kehadiran karya tersebut mendapat apresiasi dari para pengunjung yang memberikan tanggapan positif dan menilai inovasi ini menarik, berguna, serta inspiratif.

Bagi tim pengembang, mengikuti Expo menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan kreativitas dan menjadi motivasi agar terus melakukan inovasi. Mereka berharap proyek ini dapat dikembangkan lebih lanjut hingga mampu diterapkan dalam skala industri dan digunakan oleh masyarakat luas.

Ke depan, tim berencana menambahkan berbagai fitur seperti pengembangan aplikasi mobile, sistem monitoring suhu, serta pengendalian alat melalui jarak jauh. Meskipun masih terdapat keterbatasan pendanaan dalam proses penyempurnaan, tim tetap optimis untuk mengembangkan Smart Garden menjadi inovasi yang lebih baik.

“Jangan pernah berpikir sesuatu itu tidak mungkin. Melalui teknologi, hal sederhana seperti menyiram tanaman saja dapat dibuat menjadi otomatis,” pesan tim pengembang kepada mahasiswa lain agar terus berani berinovasi.

Melalui proyek Smart Garden, mahasiswa Universitas Bina Bangsa Getsempena menunjukkan bahwa kreativitas dan teknologi dapat dikembangkan untuk menciptakan solusi nyata yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

#ubbgbermutu
#ubbgmaju
#diktisaintekberdampak
#kampusberdampak
partner-1
partner-2
partner-3
partner-4
partner-5
partner-6
partner-7
partner-8
partner-9
partner-10
partner-11
partner-12
partner-13
partner-14
partner-15
Layanan Pengaduan lapor.bbg.ac.id
Skip to content