Sanggar Seni Getsempena turut memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 TNI AU melalui penampilan Tari Laweut. Kegiatan digelar di Taman Bustanul Salatin, Jumat malam (10/4/2026).
Penampilan yang berlangsung pada pukul 20.00 WIB tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara bertajuk “Seulawah Dirgantara for Humanity”. Kegiatan tersebut mengusung tema “Harmoni Pengabdian Tanpa Batas di Bumoe Seulawah untuk Indonesia”. Tema ini mencerminkan semangat pengabdian, persatuan, serta kepedulian sosial dalam bingkai kebangsaan.
Tari Laweut yang dibawakan oleh para penari muda dari Sanggar Seni Getsempena berhasil memukau para penonton yang hadir. Gerakan yang kompak, ritmis, serta sarat nilai religius menjadi daya tarik tersendiri dalam pertunjukan tersebut.
Pembina sanggar, Riska Gebrina, S.Pd., M.Sn., menyatakan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi generasi muda dalam melestarikan seni tradisional Aceh sekaligus mendukung kegiatan nasional.
“Melalui Tari Laweut, kami ingin menunjukkan bahwa seni tradisi Aceh tetap hidup dan relevan, serta mampu menjadi bagian dari perayaan besar seperti HUT TNI AU,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, tim sanggar turut berkesempatan bertemu dan berfoto bersama Komandan Lanud Iskandar Muda, Suryo Anggoro, M.Tr. (Han), beserta istri. Dalam pertemuan tersebut, sang komandan menyampaikan apresiasi sekaligus kekagumannya terhadap kekayaan seni budaya Aceh yang dinilai memiliki nilai estetika dan makna yang mendalam.
“Saya sangat kagum dengan tarian Aceh, khususnya Tari Laweut yang ditampilkan malam ini. Gerakannya indah, kompak, dan memiliki makna yang dalam. Apalagi kami baru saja bertugas di Aceh, sehingga ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan,” ungkapnya.
Acara yang dihadiri oleh masyarakat umum, unsur TNI AU, serta berbagai komunitas ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Penampilan seni budaya menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat nilai kebangsaan dan persatuan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan generasi muda semakin terdorong untuk mencintai dan melestarikan budaya daerah sebagai identitas bangsa.
#ubbgmaju
#diktisaintekberdampak
#kampusberdampak



















