BANDA ACEH, BBG NEWS–Rektor UBBG melepas 318 mahasiswa yang akan mengikuti Program Asistensi Mengajar Tahun 2025. Kegiatan berlangsung di Plenary Hall kampus setempat, Kamis (21/8/2025). Pelepasan sekaligus pembekalan yang berlangsung menghadirkan pemateri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Martunis, S.T., D.E.A. dan Arif Hidayat, S.Pd.,M.Si., Ph.D.Edu. dari UPI.
Kepala Unit Kampus Berdampak Ns. Eridha Putra, S.Kep., M.Kep., dalam laporannya menyampaikan bahwa mahasiswa yang mengikuti program ini berasal dari enam Program Studi yakni Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Matematika, Pendidikan Guru PAUD, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Jasmani (Penjas).
Mereka akan ditempatkan di 54 sekolah yang tersebar di wilayah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Adapun distribusi sekolah penempatan meliputi 7 sekolah TK, 31 sekolah tingkat SD/MI, 1 sekolah tingkat SMP, dan 15 sekolah tingkat SMA/MA.
Selain itu, UBBG juga meluncurkan Program Asistensi Mengajar Luar Negeri. Sebanyak 40 mahasiswa terpilih akan diberangkatkan ke Malaysia untuk menjalani praktik mengajar di sekolah mitra melalui kerja sama dengan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Universitas Malaya (UM). Program ini dijadwalkan dimulai pada September 2025.
Prof. Dr. Hj. Lili Kasmini, S.Si., M.Si, dalam sambutannya berharap kepada mahasiswa agar menjalani program ini dengan semangat dan penuh tanggung jawab.
Terima kasih kepada Bapak Kadis Pendidikan Aceh Marthunis, S.T., D.E.A yang telah ikut melepas mahasiswa Asistensi Mengajar UBBG Tahun 2025. Beliau juga menekankan kepada para mahasiswa untuk mengedepankan karakter yang baik di sekolah.
Ini merupakan tahun pertama program Asitesi Mengajar di luar negeri. Semoga ke depan akan banyak lagi mahasiswa yang akan mengikuti program asistensi mengajar ke berbagai negara.
“Kesempatan ini adalah pengalaman berharga untuk menempa diri menjadi calon guru profesional,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Martunis, S.T., D.E.A., menyatakan bahwa guru masa depan harus memiliki keterampilan mengajar yang kreatif, inovatif, dan berdampak. Seorang guru harus mampu menganalisis gaya belajar siswa sehingga siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuannya.
Beliau juga mengatakan sedang mempersiapkan sekolah unggul di Aceh sesuai dengan arahan presiden RI. Tentunya sekolah tersebut membutuhkan guru-guru unggul. Semoga guru profesional yang akan mengajar di sekolah unggul nantinya ada yang dari UBBG.
“Selamat menempuh pengalaman baru di sekolah. Semoga kalian semua akan menjadi guru profesional, berkompeten, berkarakter, dan berdaya saing global,” ujarnya.
View this post on Instagram
#ubbghebat
#diktisaintekberdampak
#kampusberdampak




















