Pembekalan PPL STKIP BBG: Mahasiswa Praktik PTS Lebih Unggul Ketimbang PTN

9 Mei 2017 | BBG News

PDF version

BANDA ACEH, BBG NEWS—“Jangan minder menjadi guru PPL walau dari swasta karena saya bukan lulusan kampus  unggul  tetapi bisa hebat karena tolak ukur penilaian bukan latar belakang kampus tetapi pada kecakapan pribadi. Apalagi mahasiswa kampus STKIP BBG hebat-hebat dan berprestasi.”pungkas Ibu Ratnawati, S.Pd., Kepala SDN 16 Banda Aceh saat memotivasi peserta pembekalan PPL  STKIP BBG. Sontak saja suara lantangnya  disambut riuh tepuk tangan mahasiswa.

Pembekalan PPL Terpadu tersebut diadakan oleh Unit PPL dan Micro Teaching STKIP BBG Kegiatan yang bertema, “Pembekalan Program Pengalaman Lapangan (PPL) Terpadu untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Masa Depan”diadakan di aula kampus setempat, Selasa (9/5). Pematerinya adalah Rastina, M.Pd. (Widyaiswara Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Aceh). Selain mahasiswa PPL, hadir juga beberapa kepala sekolah SD, SMP, dan SMA kota Banda Aceh.

Drs. Musdiani, M.Pd., Unit PPL dan Micro Teaching STKIP BBG menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan bekal bagi mahasiswa tentang gambaran program pengalaman pembelajaran di sekolah. Beliau juga memaparkan bahwa guru harus cakap dalam mengajar dan  juga harus mampu berinteraksi dengan baik. “Seorang guru yang profesional dituntut tidak hanya mengajar tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan siswa. Melalui strategi pendekatan yang cerdas, tentu saja akan berdampak postif bagi perkembangan pembelajaran,”ujarnya.

Ketua STKIP BBG Lili Kasmini, M.Pd. menyatakan bahwa pembekalan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa PPL. Melalui kegiatan ini, akan bertambah bekal pengalaman dan wawasan mahasiswa terhadap kondisi pembelajaran di sekolah sehingga mahasiswa PPL siap ke terjun ke sekolah baik dari segi pengetahuan,kecakapan, mental, dan sikap. “Jadilah guru yang profesional yang kelak akan disukai oleh siswa. Hal yang menguntungkan lagi adalah pengajar yang cakap akan diminta untuk menjadi guru bantu di sekolah tentu saja hal ini dapat mengharumkan kampus kita. Maka mulai sekarang kalian harus giat belajar,”ujarnya.

Rastina, M.Pd., sang pemateri menyatakan bahwa seorang guru harus menguasai delapan standar nasional pendidikan yakni standar kompetisi lulusan, standar proses, standar pendidikan dan tenaga pendidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan, dan standar penilaian pendidikan. “Guru harus mampu membangun komunikasi yang positif terhadap siswa. Komunikasi yang negatif akan berdampak buruk terhadap kelanjutan kita ke depan karena setiap tindakan kita akan selalu membekas nagi anak didik,”ujarnya.

Muhammad, S.Pd., Kepala SMPN 8 Banda Aceh yang turut hadir menyatakan bahwa guru harus mempunyai strategi dalam mengajar dan mengatasi permasalahan siswa. Beliau berharap agar jangan bersikap arogan dalam mengatasi masalah apalagi dengan tindakan fisik karena hal itu akan berdampak buruk bagi kita.

Bangun Negeri, Bijakkan Bangsa