Hardiknas Momentum Mewujudkan Generasi Emas

4 Mei 2017 | BBG News

PDF version

Oleh : Drs. Musdiani, M.Pd.,

Hari Pendidikan Nasional yang jatuh   pada tanggal  2 Mei selalu  diperingati  oleh  masyarakat Indonesia. Hal tersebut memang sudah menjadi tradisi di sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan. Berbagai aneka acara diselenggarakan secara meriah dan unik  dengan  berbagai lomba dan hiburan. Dari hingar bingar eforia hari pendidikan, kita perlu merenung:Apa perubahan bagi pendidikan Indonesia melalui momentum ini?

Pendidikan merupakan faktor penting dan menjadi kewajiban oleh setiap warga negara. Apalagi tahun 2045,  Indonesia genap berusia 100 tahun. Hal ini menjadi tanggung jawab besar bagi bangsa yang majemuk dan mempunyai sejarah panjang ini untuk kemajuan. Amanah bangsa yang diemban pemerintah, rakyat dan pemangku pendidikan dalam berbagai bidang  secara terus menerus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar ke depan negara Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain.

Generasi emas tahun 2045 adalah suatu generasi ideal yang mampu menjadi lokomatif (penggerak/pendorong) pembangunan masyarakat dan bangsa untuk lepas dari kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan. Diharapkan pada tahun 2045 pada 100 tahun kemerdekaan Indonesia, generasi emas Indonesia telah terwujud. Dengan adanya golden generation kita berharap Indonesia menjadi negara yang mandiri dan tidak bergantung pada negara lain. Bahkan Indonesia harus menjadi contoh bagi negara lain dalam hal kemajuan ilmu pengetahuan  teknologi dan sumber daya manusia.

Mulai hari ini kita sepakat untuk menjadikan  pendidikan  lebih  baik dan maju. Hal ini harus kita mulai dari diri kita sendiri. Jika para pendahulu kita dengan susah payah untuk belajar menuntut ilmu di sekolah rakyat, maka pada hari ini kita yang sudah hampir dipastikan tercukupi segala ketersediaan dalam belajar harus lebih baik sehingga melahirkan siswa yang cerdas dan guru profesional. Bayangkan setiap anak didik dan guru kita bisa bertangging jawab dalam melaksanakan proses pendidikan maka akan melahirkan orang-orang yang cerdas, kreatif, dan berwawasan luas. Mari kita semua memperingati Hardiknas serta merenungkan sejenak dengan mengheningkan cipta kepada para pejuang dan guru-guru yang telah mendahului kita. Betapa besar manfaatnya ilmu-ilmu yang mereka berikan kepada kita sehingga kita menjadi lebih maju dengan ilmu pendidikan.

Berbicara masalah pendidikan tentu saja tidak lepas dari  profesionalitas pendidik dan karakter peserta didik. Dua bagian itu saling bersinergi. Angka kelulusan UN dan kemampuan siswa berkompetisi dalam meraih prestasi  tidak lepas dari kemampuan seorang guru dalam membimbing anak didiknya. “Buah yang jatuh tidak jauh dari pohonnya” sebenarnya layak disematkan kepada pendidik. Sukses tidaknya seorang anak sungguh sangat bergantung kepada gurunya.

Sementara itu, hal yang tidak kalah pentingnya  adalah kemampuan guru dalam membentuk karakter anak didik. Fungsi guru bukan semata untuk mentransfer ilmu kepada peserta didik. Namun guru juga berkewajiban untuk mengembangkan minat dan bakat siswa untuk melahirkan generasi yang berkompeten. Seorang lulusan LPTK tidak hanya dididik menjadi guru namun dapat berperan sebagai pengusaha, alat negara dan ksatria.

Guru harus menjadi seorang pengajar kehidupan. kecerdasan emosional dan akhlak mulia merupakan pembelajaran yang paling berharga. Seorang anak yang berkarakter baik tentu dia akan dengan gigih menuntut ilmu dan jujur dalam belajar.

Saat ini anak-anak kita, khususnya di Aceh telah mengalami krisis moral. Praktik coret-menyoret baju, merokok, hura-hura, tawuran, balapan liar sebagai bentuk eforia dari sebuah keberhasilan, ini adalah bentuk  keliru dalam menyikapi kesuksesan. Hal ini sudah menjadi tradisi di kalangan generasi anak bangsa sebagai bentuk kemerosotan moral. Oleh karena itu, sudah sepantasnya para guru harus menanamkan nilai-nilai karakter sehingga akan terbentuk pribadi yang kuat dan baik.

Untuk itu mari kita jadikan Hardiknas tahun ini  sebagai bentuk intropeksi diri dalam pendidikan agar tidak ada lagi kebodohan dan kemerosotan moral. Selamat memperingati hari pendidikan nasional. Semoga kita menjadi pendidik yang mampu meneladani spirit tokoh pendidikan Indonesia dan mampu melahirkan generasi cerdas dan berkarakter serta bermanfaat bagi bangsa, negara, dan agama sehingga kita siap menyonsong generasi emas tahun 2045.

Drs. Musdiani, M.Pd., Kepala Unit Micro Teaching dan PPL STKIP BBG

Bangun Negeri, Bijakkan Bangsa